BEI: Politik Tak Lagi Pengaruhi IHSG

Hari W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BEI: Politik Tak Lagi Pengaruhi IHSG

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa situasi politik saat ini tidak lagi memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran warganet yang ramai menghubungkan pidato Presiden Prabowo Subianto dengan penurunan IHSG.

Menurut Jeffrey, hubungan antara politik dan pergerakan indeks saham sekarang tidak sekuat pada tahun 1980-an. Pola seperti itu, katanya, biasa terjadi di negara-negara dengan ekonomi dan demokrasi yang sudah maju.

"Kalau kami melihat dari waktu ke waktu, korelasi antara politik dengan keputusan investasi itu semakin berkurang. Kalau kita bicara di tahun 80-an korelasi antara aktivitas politik dengan pergerakan pasar itu korelasinya masih tinggi, dan itu juga terjadi di banyak negara yang ekonomi dan demokrasinya maju," ungkap Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

Jeffrey menambahkan bahwa sentimen politik terhadap keputusan investasi sudah mulai menurun. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), ia menyebut keterkaitan antara dua aspek tersebut hampir tidak ada lagi.

"Kami melihat tren di Indonesia juga begitu, dan itu sudah berlangsung cukup lama, bahwa korelasi antara kegiatan politik dengan kegiatan investasi di pasar modal itu sudah tidak terlalu tinggi korelasinya," jelas Jeffrey.

Ia menjelaskan bahwa keputusan investasi biasanya lebih didasarkan pada kondisi ekonomi dan ketidakpastian global. Dalam satu tahun terakhir, misalnya, faktor-faktor seperti tarif resiprokal AS dan perang di Timur Tengah ikut mempengaruhi pergerakan IHSG.

"Jadi kalau kami mengaitkan, lebih mengaitkan ke situ bahwa terjadinya eskalasi, kemudian deeskalasi, kemudian pengumuman dari Bank Sentral Amerika, pengumuman dari pemerintah Amerika. Jadi dinamika-dinamika itu justru yang berdampak lebih langsung kepada pergerakan di pasar ketimbang hal-hal lain yang tadi disampaikan," pungkas Jeffrey.

Secara keseluruhan, pernyataan ini menunjukkan bahwa investor saat ini lebih fokus pada faktor ekonomi global dan kebijakan internasional daripada dinamika politik dalam negeri. Hal ini menandakan perubahan signifikan dalam cara pasar modal Indonesia merespons berbagai peristiwa, di mana isu politik domestik tidak lagi menjadi pemicu utama fluktuasi IHSG.

IHSGpolitikinvestasikorelasiekonomipasar modalketidakpastian global

Komentar

Memuat komentar...