Tambang Ilegal Ancam Geopark Merangin Warisan Dunia

Surya B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Tambang Ilegal Ancam Geopark Merangin Warisan Dunia

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jambi, Al Haris, kini menghadapi masalah besar. Geopark Merangin, yang baru saja diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG), terancam rusak. Tambang emas ilegal mulai merambah kawasan warisan dunia ini di beberapa titik.

"Geopark Merangin bukan hanya kebanggaan Jambi, tetapi sudah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO. Karena itu, tidak boleh ada aktivitas apa pun yang merusak kawasan ini. Tambang emas ilegal harus dihentikan," kata Al Haris pada Senin, 13 Juli 2026.

Status UNESCO ini diraih pada 24 Mei 2023. Perjuangannya tidak singkat. Pemerintah Provinsi Jambi bertahun-tahun melengkapi persyaratan. Mulai dari kajian ilmiah, dokumen geologi, sejarah, hingga pengelolaan kawasan. Semua itu agar Geopark Merangin layak menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.

Menurut Al Haris, Geopark Merangin memiliki nilai tinggi. Kawasan ini menyimpan fosil flora dan fauna purba. Fosil-fosil itu berusia ratusan juta tahun. Para ilmuwan dari berbagai negara menjadikannya objek penelitian. Pengakuan UNESCO membuat kawasan ini bukan milik Jambi saja. Ia menjadi bagian dari warisan dunia yang harus dijaga bersama.

Sekarang, ancaman datang dari tambang emas ilegal. Ini terjadi di tengah upaya mempertahankan status UNESCO melalui proses revalidasi. Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal dikhawatirkan mengganggu kelestarian kawasan konservasi. Bentang alam bisa rusak. Nilai geologi yang menjadi alasan utama pengakuan UNESCO juga terancam.

Al Haris menegaskan, pengakuan UNESCO adalah hasil perjuangan panjang. Semua pihak punya tanggung jawab moral untuk menjaga kawasan ini tetap lestari.

"Status UNESCO diraih melalui perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Jangan sampai kerja keras bertahun-tahun itu hilang hanya karena kepentingan sesaat. Menjaga Geopark Merangin adalah tanggung jawab kita bersama, demi anak cucu kita nanti," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Merangin juga prihatin dengan ancaman ini. Sebagai langkah nyata, Pemkab akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati. SK ini berisi pembentukan Tim Terpadu. Tim ini menjadi dasar hukum untuk pengawasan, penertiban, dan penindakan terhadap aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di lapangan.

Pembentukan Tim Terpadu diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi. Dengan begitu, penanganan tambang ilegal bisa lebih efektif.

"Geopark Merangin harus kita selamatkan bersama," katanya.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Pendekatan persuasif juga akan dilakukan. Masyarakat akan diedukasi tentang pentingnya menjaga Geopark Merangin. Kawasan ini adalah aset lingkungan, pusat penelitian ilmiah, dan destinasi wisata kelas dunia.

"Penyelesaian PETI tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar kesadaran menjaga Geopark Merangin tumbuh dari dalam diri setiap orang," ujar dia.

Penyelamatan Geopark Merangin kini menjadi ujian besar. Di satu sisi, tekanan ekonomi masih mendorong munculnya tambang emas ilegal. Di sisi lain, kawasan yang terbentuk melalui proses geologi selama ratusan juta tahun ini bisa rusak hanya dalam hitungan hari.

Warisan alam yang diperjuangkan hingga diakui UNESCO ini bukan milik masyarakat Merangin atau Jambi saja. Ia milik dunia. Menjaga Geopark Merangin bukan sekadar mempertahankan status internasional. Ini tentang menjaga jejak sejarah bumi agar bisa diwariskan ke generasi mendatang.

"Alam membutuhkan ratusan juta tahun untuk membentuk Geopark Merangin. Namun, aktivitas manusia dapat merusaknya hanya dalam hitungan hari. Jangan biarkan warisan dunia ini hilang karena kelalaian kita. Menyelamatkan Geopark Merangin adalah tanggung jawab kita semua," tutup Al Haris.

Geopark Merangin menyimpan bukti kehidupan purba yang langka. Fosil-fosil di dalamnya menjadi referensi penting bagi ilmu pengetahuan global. Jika tambang ilegal terus berlangsung, data ilmiah berharga itu bisa hilang. Kerusakan lingkungan juga akan berdampak pada masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada pariwisata dan jasa lingkungan. Status UNESCO bukan sekadar plakat. Ia adalah komitmen untuk menjaga kekayaan alam yang tak ternilai.

Geopark MeranginUNESCOtambang emas ilegalancaman kerusakanwarisan duniaAl Harispenyelamatan

Komentar

Memuat komentar...