BenQ Fokus Pasar Profesional Mac: Monitor Warna Akurat
Gambar atau konten salah?
BenQ Indonesia menilai pasar pengguna Mac di Indonesia menawarkan peluang yang cukup besar, meski mayoritas konsumen masih menggunakan Windows. Perusahaan ini memfokuskan diri pada segmen niche, yakni para profesional Mac yang membutuhkan monitor dengan karakteristik khusus, terutama akurasi warna.
Andryanto C Wijaya, Presiden Direktur BenQ Indonesia, menjelaskan bahwa pendekatan BenQ berbeda dengan banyak kompetitor di pasar monitor. Menurutnya, BenQ tidak hanya menjual produk berdasarkan spesifikasi teknis, melainkan memulai dari kebutuhan penggunaan sehari‑hari para pengguna. “Pembeda kami dari kompetitor adalah kami sangat spesifik pada solusi. Jadi mungkin brand lain basisnya spesifikasi, sedangkan kami basisnya usage atau penggunaan,” ujarnya setelah acara peluncuran BenQ MA Series di Jakarta, Rabu (15 April 2026).
Ia menegaskan bahwa para desainer dan content creator yang menggunakan Mac memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Karena itu, monitor yang ditawarkan tidak bisa disamakan dengan monitor umum. Salah satu masalah utama yang dihadapi pengguna Mac adalah ketidaksesuaian warna saat memakai monitor eksternal biasa. Hal itu terjadi karena banyak monitor di pasaran tidak dirancang secara khusus untuk karakter visual ekosistem Mac. “Problem pengguna Mac itu salah satunya karena warna yang dihasilkan tidak sama. Umumnya monitor biasa memang tidak didesain khusus untuk Mac,” kata Andryanto.
Dengan alasan tersebut, BenQ mencoba masuk ke pasar dengan pendekatan yang lebih terfokus: menghadirkan monitor yang disesuaikan dengan karakter pengguna Mac, termasuk dalam aspek pengolahan warna. Perusahaan melihat masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi di segmen tersebut.
Dari sisi ukuran pasar, Andryanto mengungkapkan bahwa pengguna Mac di Indonesia memang bukan mayoritas, tetapi tetap menjanjikan. Ia menyebut, dari total sekitar 4 juta pasar PC di Indonesia, sekitar 6% di antaranya merupakan perangkat Mac. “Kalau dihitung, sekitar 200 ribu sampai 250 ribu unit per tahun itu Mac,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menilai pasar perangkat pendukung premium untuk pengguna Mac masih belum tergarap maksimal. Karena itu, BenQ melihat adanya ruang untuk menawarkan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan monitor eksternal dengan pengalaman visual yang lebih sesuai.
Namun, Andryanto mengakui tantangan terbesar BenQ dalam menggarap pasar ini adalah edukasi. Sebab, tidak semua pengguna Mac langsung memahami perbedaan antara monitor umum dan monitor yang dirancang khusus untuk kebutuhan mereka. “Tantangan utamanya tentu edukasi market. Karena tidak semua pengguna Mac otomatis harus menggunakan monitor seperti ini. Jadi kami harus arahkan sesuai kebutuhannya,” jelasnya.
Untuk itu, BenQ mengandalkan strategi always‑on marketing guna memantau perilaku pengguna dan memahami kebutuhan mereka secara lebih detail. Strategi ini diharapkan bisa membantu perusahaan menyasar pengguna yang benar-benar membutuhkan solusi monitor khusus untuk Mac.
Ke depan, BenQ optimistis segmen monitor profesional ini akan menjadi tonggak pertumbuhan baru bagi perusahaan. Andryanto mengatakan kehadiran lini produk baru yang dibidik untuk pasar tersebut diharapkan bisa memberikan dampak signifikan terhadap bisnis BenQ di Indonesia. Bahkan, menurut dia, kontribusinya diperkirakan dapat melampaui produk reguler atau mainstream. BenQ pun memproyeksikan pertumbuhan segmen ini bisa menembus lebih dari 40% setiap tahun.
“Kami berharap ini menjadi milestone baru. Karena segmen ini sebelumnya dianggap masih ada gap, maka growth‑nya kami yakin bisa besar,” pungkasnya.
BenQ Indonesia menargetkan pasar Mac sebagai peluang pertumbuhan yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Dengan fokus pada kebutuhan nyata pengguna profesional, perusahaan berupaya menonjol di tengah persaingan monitor yang seringkali hanya menonjolkan spesifikasi teknis. Di balik strategi edukasi dan pemasaran yang terus menerus, BenQ berharap dapat membuka jendela baru bagi para kreator di Indonesia untuk menikmati kualitas visual yang lebih akurat dan sesuai dengan standar industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sweeker dan Senso: AI Pet Fisik Baru Hadir di Shenzhen 2026
Anker Rilis Soundcore Liberty 5 Pro: Earbuds AI Berkualitas
Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh, Rumor Benar
Samsung Galaxy A27 Resmi: Layar 6,7" Snapdragon 6 Gen 3
Apple Tambah Kontrol Anak: Ask to Browse dan Akun Child
Galaxy A57 vs A37: Pilihan HP Vlogger Terbaik 2026
Berita Terbaru
Tradisi Minum Susu Putih di 1 Muharram: Makna dan Asal‑usul
Olivia Rodrigo Ungkap Tuli 60% di Telinga Kiri Seumur Hidup
Brasil dan Maroko Imbang 1-1 di MetLife, Grup C Satu Poin
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Bank Mega 20% + 50%
Dusun Pentil: Sejarah Nama, Pasar, dan Tradisi Nazar
Kopi Selai Kacang: Minuman Sehat, Creamy, Mudah Dibuat
BAKTI: Starlink Dukung Akses Internet 3T Tanpa Saingan
