Biksu Thudong Tiba di Balai Kota Solo untuk Kirab Waisak

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Biksu Thudong Tiba di Balai Kota Solo untuk Kirab Waisak

Gambar atau konten salah?

Puluhan Biksu Thudong tiba di Balai Kota Solo pada 23 Mei 2026 untuk mengikuti Kirab Waisak yang diselenggarakan oleh Loji Gandrung Solo. Sebanyak 57 Biksu Thudong bersiap menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 BE / 2026 bersama masyarakat.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Selain para biksu, rangkaian kirab dimulai dengan Reog Ponorogo, paskibraka, dan prajurit Mangkunegaran. Semua peserta berkumpul di halaman Balai Kota Solo sebelum menuju panggung yang telah disediakan.

Acara dimulai dengan pembacaan paritta yang diikuti oleh para biksu duduk di panggung. Masyarakat hadir dalam jumlah besar, menunggu puncak acara yaitu memandikan Rupang (patung) Siddhartha Gautama. Setelah ritual selesai, para biksu meninggalkan Balai Kota Solo dan melanjutkan istirahat.

Perwakilan Biksu Indonesia, Bhante Tejapunno Mahathera, mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung perjalanan spiritual ini. Ia menyatakan, “Terima kasih kepada TNI-Polri yang mengawal perjalanan ini dengan baik hingga sampai saat ini. Dan terima kasih kepada semua masyarakat Surakarta yang telah menyambut peringatan Hari Thrisuci Waisak pada kesempatan ini,” sebelum memulai doa pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam pesan damainya, Bhante Teja menekankan pentingnya menabur kebajikan tanpa memandang latar belakang. Ia menjelaskan bahwa kebajikan adalah bekal sejati manusia sekaligus solusi dari segala permasalahan hidup. Ia berkata, “Semoga dengan kekuatan keyakinan, kekuatan kebajikan apapun yang kita lakukan, membuahkan kebaikan, membuahkan kebahagiaan. Kebajikan akan menjadi solusi dari semua masalah yang kita hadapi,” dan menambahkan bahwa kebajikan yang dilakukan diharapkan dapat mengalirkan berkah kepada orang tua, guru, leluhur, hingga saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah dan penyakit agar segera diberikan kesembuhan.

Ia juga menegaskan harapannya agar keanekaragaman di Indonesia dapat terjalin, sehingga semua dapat hidup rukun, damai, dan bahagia. Ia menyatakan, “Semoga dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia, ya kita semuanya tetap bisa merajut, sehingga bisa hidup rukun, hidup damai, hidup bahagia. Kedamaian yang kita harapkan semua, kedamaian dunia ini bisa terwujud oleh orang-orang yang damai,

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya momen spiritual yang dinanti-nanti. Ia mengucapkan, “Kami sangat bersyukur sekali hari ini dan sudah lama diharapkan akhirnya biksu Thudong bisa mampir dan bersinggah dan mengikuti kirab. Senang sekali,” dan menambahkan apresiasi tinggi kepada warga Solo yang menyambut kedatangan para biksu dengan penuh sukacita serta kepada petugas yang berjaga demi kelancaran acara.

Respati menegaskan bahwa kehadiran rombongan Thudong di Kota Bengawan ini menjadi bukti nyata bahwa Solo adalah kota yang inklusif dan toleran. Ia memastikan bahwa Solo selalu terbuka bagi kegiatan keagamaan maupun adat dari seluruh umat. Ia menambahkan, “Makna untuk Kota Solo ya jelas, Kota Solo ini terbuka untuk siapapun. Bagi kepercayaan dan agama apapun untuk melakukan upacara agama, upacara adat, silakan,” serta menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjaga ruang aman dan damai bagi setiap pemeluk agama.

Acara ini menegaskan kembali komitmen Solo dan Surakarta dalam mendukung kebebasan beragama dan kebersamaan antar umat beragama. Dengan partisipasi aktif warga dan dukungan lembaga keamanan, perayaan Waisak berlangsung damai dan penuh makna bagi semua pihak yang hadir.

Biksu ThudongKirab WaisakBalai Kota SoloReog PonorogoKebajikanKedamaianKeanekaragamanKebebasan Beragama

Komentar

Memuat komentar...