Bismillah 113 Kali di 1 Muharram: Tradisi Perlindungan
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, banyak muslim yang menandai kedatangan bulan 1 Muharram dengan tradisi menulis lafaz bismillah sebanyak 113 kali. Tradisi ini diyakini memberi perlindungan dari Allah SWT, baik dari musibah maupun keburukan sepanjang hidup.
Informasi tentang amalan ini banyak didapatkan dari laman Nahdlatul Ulama (NU). Menurut NU, menulis bismillah 113 kali pada awal Muharram sudah menjadi kebiasaan yang familiar, terutama di lingkungan pesantren. Amalan ini juga dijelaskan dalam kitab Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar karya Imam Muhammad Haqqiy an-Naziliy serta Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram.
Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa amalan ini memiliki keutamaan istimewa: dapat melindungi umat Islam dari marabahaya sepanjang hayat. Berikut kutipan langsung dari Imam Abdul Hamid al-Syafi'i:
قال الإمام عبد الحميد الشافعي في كنز النجاح والسرورمن المجريات الصحيحة كما "في نعت البدايات وتوصيف النهايات" للسيد الشريف ماء العينين: أن من كتب البسملة في أول المحرم مائة وثلاث عشر ة مرة لم ينل حاملها مكروه فيه ولا في أهل بيته مدة عمره
Artinya: Imam Abdul Hamid al-Syafi'i berkata dalam kitab Kanz an-Najah Wa-Surur Dari sebuah kebiasaan yang benar seperti yang dijelaskan dalam Na'tul Bidayah Wa Tausifun Nihayah karya Sayyid al-Syarif Ma'ul Aynain: Barangsiapa yang menulis kalimat "bismillah" pada tanggal 1 Muharram sebanyak 113 kali, maka tidak akan ada keburukan yang akan menimpanya dan keluarganya selama hidupnya.
Amalan menulis bismillah 113 kali biasanya dilakukan dalam beberapa tahap. Berikut langkah-langkah yang biasa diikuti:
- Menulis basmalah dengan menggunakan bahasa Arab.
- Memanjangkan huruf ba, memperjelas gerigi pada huruf sin, dan membulatkan huruf mim, sebagai bentuk penghormatan kepada Al-Qur'an.
- Menulis dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar, serta menjaga kesucian selama proses penulisan.
- Menulis dengan penuh fokus, tanpa aktivitas lain seperti berbicara dengan orang lain.
- Menyimpan hasil tulisan di tempat aman di rumah atau membawanya saat bepergian.
Waktu pelaksanaan amalan ini dimulai sejak Maghrib pada malam 1 Muharram hingga Maghrib pada hari berikutnya, karena pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat waktu Maghrib. Menurut kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan 16 Juni 2026. Dengan demikian, amalan menulis bismillah 113 kali dapat dikerjakan setelah Maghrib pada Senin, 15 Juni 2026 hingga sebelum Maghrib pada Selasa, 16 Juni 2026.
Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual, melainkan juga merupakan cara umat Islam menunjukkan rasa syukur dan kesadaran akan perlindungan ilahi. Melalui penulisan yang penuh kesungguhan, umat berharap dapat memulai bulan Muharram dengan hati yang bersih dan perlindungan dari segala keburukan. Dengan memahami latar belakang dan langkah-langkah praktisnya, generasi muda dapat melanjutkan tradisi ini dengan cara yang lebih terstruktur dan bermakna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kiandra Ramadhipa Raih Gelar Juara Moto3 Junior di Estoril
Bismillah 113 Kali di 1 Muharram: Tradisi Perlindungan
Paulo Ricardo Tetap di Persija Jakarta Musim Depan
Detikevent Kursus Wisuda Tepat Waktu: Rencanakan Skripsi Awal
Kloter 9 Haji Mendarat 437 Jemaah, Di Bawah Target
Sukoharjo 82% Sekolah Rakyat Selesai, Tantangan Tenaga Kerja
Vinicius Junior Menyerang Gol, Brasil 1-1 Maroko di MetLife
Kunjungan Komisaris Pertamina ke Kupang Pastikan Pasokan Energi Stabil
