Sukoharjo 82% Sekolah Rakyat Selesai, Tantangan Tenaga Kerja
Gambar atau konten salah?
Pada malam Minggu, 14 Juni 2026, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo. Ia menilai sekolah ini sebagai salah satu yang paling kritis karena kendala akses publik.
Dody mengakui bahwa pembangunan sempat terhenti ketika warga menolak karena jalan rusak. Namun, ia menegaskan masalah tersebut sudah diselesaikan dan pembangunan berlanjut. Ia menjawab pertanyaan: "Sekolah rakyat ini sempat ditolak warga akibat jalan rusak?" dengan: "Ya sebenarnya kan hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu kendalanya itu kan, yang dipakai itu adalah jalan masyarakat, embuh jalan desa, embuh (entah) jalan kabupaten. Yang paling kritis itu satu contoh di sini, yang keduanya mungkin di Brebes juga mengalami hal yang sama,".
Progres pembangunan sudah mencapai 82%. Dody mengatakan, "Progres sudah 82 persen untuk yang di sini (Sekolah Rakyat Sukoharjo). Di sini tinggal fase arsitektur atau finishing,". Sisa pekerjaan masih berupa penyelesaian akhir.
Menjelang batas akhir bulan Juni, Dody melaporkan adanya keluhan tentang tenaga kerja di wilayah perkotaan seperti Sukoharjo. Ia menyatakan, "Ini mungkin karena hari Minggu, jadi nggak semua pekerja masuk, sebagian memilih istirahat. Ya itulah kalau Sekolah Rakyat di kota, ada masa istirahatnya. Tapi kalau Anda ke Sumatera, Sulawesi, atau Maluku, nggak ada begitu, semua (kerja terus),".
Meskipun demikian, Dody menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Sukoharjo akan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini akan menerima siswa baru di semua jenjang: SD, SMP, dan SMA. Ia menambahkan, "Yang di sini nanti paling sudah 90 persen minimum. Untuk semua kelas baik SD, SMP dan SMA, minimum itu kita bisa selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke tempat sekolahnya yang baru di tahun ajaran baru di pertengahan-pertengahan Juli kali ya, 13 Juli masuknya,".
Selama kunjungan, Dody secara khusus memeriksa area belakang bangunan untuk memastikan kualitas pekerjaan. Ia berkata, "Yang di sini tinggal arsitektur, penyelesaian. Makanya saya tadi langsung ke belakang. Saya enggak mau di depan kan, karena saya biasanya di belakang itu paling terakhir. Jadi saya ingin melihat masalah mana di mana. Kalau di depan kan enggak kelihatan tuh. Begitu kita ke belakang kan ketahuan, oh terletak di sini,".
Dengan tingkat penyelesaian yang tinggi dan rencana pembukaan pada 13 Juli, sekolah ini tampak akan memenuhi target waktunya. Namun, kendala tenaga kerja di hari Minggu tetap menjadi faktor yang perlu dipantau agar finishing dapat diselesaikan tepat waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lingga Prasasti Abad ke-9 di Klaten: Palyangan Menjadi Fokus
Mobil Melintasi Palang, Nyaris Menabrak Kereta di Semarang
Kalender Muharram 1448 H dan Jadwal Puasa Rinci 2026
Batu Lingga Terselubung di Klaten Terungkap Aksara Asal Usul
Batu Lingga Abad IX Ditemukan di Klaten, Tertulis Palyangan
Piton 2 Meter Masuk Warung, Damkar Evakuasi Warga Pagi
Berita Terbaru
Kloter 9 Haji Mendarat 437 Jemaah, Di Bawah Target
Sukoharjo 82% Sekolah Rakyat Selesai, Tantangan Tenaga Kerja
Vinicius Junior Menyerang Gol, Brasil 1-1 Maroko di MetLife
Kunjungan Komisaris Pertamina ke Kupang Pastikan Pasokan Energi Stabil
Umat Islam Tingkatkan Doa Akhir Tahun Sebelum Muharram
Tradisi 1 Suro: Ritual Rangkaian Budaya Nusantara Indonesia
Polisi Lumajang Tangkap 9 Motor Balap Liar di Desa Bago
Sumur Puter di Kudus: Mitos Kembalikan Barang Hilang
Yamaha Rilis MTBN Etape Keenam, NMAX Turbo Jelajahi Bali
AC Milan Siap Pilih Ruben Amorim, Mantan Pelatih United
