BKSDA Bali Terima 16 Monyet Ekor Panjang Perizinan Tingkatkan

Bima J. · 2 min baca · 2 hari lalu · 12 dibaca
Bisik.id
BKSDA Bali Terima 16 Monyet Ekor Panjang Perizinan Tingkatkan

Gambar atau konten salah?

Denpasar, 15 Juni 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali baru saja menerima pengambilan 16 monyet ekor panjang sejak tahun 2025. Monyet ekor panjang masuk dalam daftar Cites Appendix II, artinya spesies ini tidak terancam punah namun tetap harus diawasi ketat agar tidak dieksploitasi.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa penyerahan monyet tersebut oleh warga dimulai setelah keluar Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2025. Menurutnya, masyarakat kini sadar bahwa satwa liar ini tidak boleh dipelihara tanpa izin dan tidak boleh dieksploitasi untuk hiburan, seperti topeng monyet.

"Monyet ekor panjang bukan satwa yang dilindungi, tapi dia masuk Cites Appendix II. Dalam perdagangannya harus mendapatkan izin dari BKSDA Bali dan monyet ekor panjang masuk kategori satwa liar," kata Moko di Denpasar, Senin (15 Juni 2026).

Moko menekankan pentingnya nilai‑nilai kearifan lokal Bali sebagai landasan untuk menjaga kesejahteraan hewan. Ia menilai bahwa destinasi pariwisata Bali tidak boleh menampilkan eksploitasi satwa. "Bali harus mampu beradaptasi dengan pola‑pola pemanfaatan satwa yang lebih menunjukkan animal welfare atau kesejahteraan satwa. Pak Gubernur paham sekali karena banyak sekali hujatan terkait dengan animal welfare yang ada di Bali, salah satu‑nya adalah monyet ekor panjang," jelas Moko.

Menurut Moko, masih banyak warga yang ingin menyerahkan monyet tersebut untuk direhabilitasi di BKSDA. Ia mengingatkan mereka yang masih memelihara satwa liar untuk melengkapi perizinan. "Kami akan memfasilitasi untuk semacam surat pernyataan agar dia tidak mempertontonkan ke publik, agar dia juga memperhatikan kandangnya, pakannya, kesehatannya, bahkan ada persyaratan harus bisa menunjukkan vaksin rabies," tutur Moko.

Kesimpulannya, langkah BKSDA Bali menegaskan perlunya pengawasan ketat dan perizinan resmi bagi monyet ekor panjang, sekaligus mendorong masyarakat untuk menghormati kearifan lokal dan prinsip kesejahteraan hewan dalam setiap interaksi dengan satwa liar.

Monyet ekor panjangBKSDA BaliCites Appendix IIpengawasan ketatkesejahteraan hewankearifan lokal Baliperizinan resmirehabilitasi

Komentar

Memuat komentar...