BMKG: 1 April 2026 Menandai Awal Musim Kemarau Nasional

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 137 dibaca
Bisik.id
BMKG: 1 April 2026 Menandai Awal Musim Kemarau Nasional

Gambar atau konten salah?

Beberapa wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada 1 April 2026. Bali dan Nusa Tenggara juga termasuk daerah yang terkena dampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa perubahan musim terjadi secara bertahap. Awalnya, hanya beberapa wilayah yang terpengaruh, kemudian meluas ke seluruh Indonesia.

Informasi tentang wilayah yang sudah masuk musim kemarau penting bagi masyarakat. Hal ini menjadi acuan bagi petani, pengelola sumber daya air, dan kegiatan sehari-hari.

Pada 31 Maret 2026, BMKG melaporkan bahwa 7% wilayah Indonesia atau 49 Zona Musim (ZOM) sudah mengalami musim kemarau. Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 7% wilayah Indonesia (49 ZOM) mengalami Musim Kemarau, kata BMKG.

Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi:

  • bagian kecil Aceh
  • bagian kecil Sumatera Utara
  • bagian kecil Riau
  • bagian Sulawesi Tengah
  • bagian Sulawesi Selatan
  • bagian Sulawesi Tenggara
  • bagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • bagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • bagian Maluku
  • bagian kecil Papua Barat

Data ini menunjukkan bahwa kemarau masih terbatas dan belum merata di seluruh Indonesia. BMKG menegaskan bahwa awal musim kemarau berlangsung bertahap sesuai dinamika atmosfer dan pergerakan monsun.

Prediksi BMKG menunjukkan jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat pesat pada 1 April 2026, mencapai 114 ZOM atau sekitar 16,3%. Periode ini menandai peralihan angin Monsun Asia menjadi Monsun Australia.

Setelah 1 April 2026, diprediksi 184 ZOM akan memasuki kemarau pada 1 Mei 2026 dan 163 ZOM pada 1 Juni 2026.

Perubahan angin monsun, dari Monsun Asia ke Monsun Australia, menjadi penanda utama dimulainya musim kemarau di Indonesia.

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal di sebagian wilayah Indonesia. Sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5% wilayah diperkirakan mengalami awal kemarau lebih cepat dari kondisi normal. Selain itu, akumulasi curah hujan selama musim kemarau diprediksi berada pada kategori bawah normal di sekitar 64,5% ZOM. Kondisi ini menunjukkan potensi kemarau yang lebih kering dibandingkan biasanya.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada 1 Agustus 2026 di sekitar 61,4% wilayah. Lebih dari separuh wilayah diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari normal, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai 1 April 2026 hingga pertengahan tahun, dengan karakteristik lebih kering di sejumlah wilayah. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak musim kemarau sejak dini.

Dengan perubahan musim yang berlangsung secara bertahap, masyarakat di daerah yang terkena dampak diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan dan persiapan, khususnya bagi petani dan pengelola air, agar dapat mengurangi risiko terkait kekeringan dan kebakaran.

Musim Kemarau 2026BMKGZona Musim (ZOM)Monsun AsiaMonsun AustraliaKekeringanKebakaran Hutan

Komentar

Memuat komentar...