BNPL PayLater Naik 86,7% tapi NPL Aceh 14,5%, P2P 153%

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
BNPL PayLater Naik 86,7% tapi NPL Aceh 14,5%, P2P 153%

Gambar atau konten salah?

PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) melaporkan peningkatan signifikan pada transaksi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater. Pada akhir Februari 2026, total transaksi PayLater mencapai Rp 56,3 triliun, naik 86,7% dibanding tahun sebelumnya.

Angka pertumbuhan ini melampaui kredit konsumtif konvensional. Namun, risiko kredit macet tetap tinggi, dengan rasio non-performing loan (NPL) PayLater di atas 5% pada periode yang sama.

Di antara segmen layanan, pinjaman daring (P2P) mencatat pertumbuhan tertinggi, 153,49% yoy, dengan outstanding sebesar Rp 16,9 triliun. Layanan PayLater bank digital mengikuti, tumbuh 37,12% yoy dan outstanding Rp 16,2 triliun. Bank umum melaporkan pertumbuhan 6,81% yoy, dengan outstanding Rp 18,9 triliun.

“Jadi growth-nya mereka itu 153% (pindar). Jaman saya waktu saya masih aktif di P2P, itu angkanya sekitar setengahnya itu. Sekarang growth-nya sudah segitu, luar biasa banget. Dua kali lipat,”

Geografis, pengguna PayLater masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dari segi demografi, milenial menyumbang 44,89% dan Gen Z 43,81% dari total pengguna.

“Jadi kalau untuk distribusi PayLater, tetap terbesar itu ada di Jawa Barat,”

Distribusi NPL tertinggi tercatat di Aceh, sebesar 14,53%. Posisi berikutnya adalah Maluku Utara 7,34%, Papua Barat 7,21%, Maluku 6,40%, dan Sulawesi Utara 6,21%.

“Risikonya masih paling tinggi, mohon maaf, paling tinggi di Aceh, NPL-nya 14,5%,”

Selasa, 28 April 2026, Tan Glant Saputrahadi, Direktur Utama Pefindo Biro Kredit, mengungkapkan bahwa pertumbuhan P2P kini dua kali lipat dari masa lalu. Ia menegaskan bahwa meski volume transaksi meningkat, tingkat kredit macet tetap menjadi perhatian utama, terutama di wilayah Aceh.

Data ini menunjukkan bahwa layanan PayLater, meski menawarkan kemudahan bagi konsumen, juga membawa risiko kredit yang signifikan. Peningkatan NPL di beberapa wilayah menandakan perlunya pengawasan ketat dan kebijakan pengelolaan risiko yang lebih baik. Dengan basis pengguna yang kuat di kalangan milenial dan Gen Z, industri BNPL berpotensi tumbuh lebih lanjut, namun harus disertai dengan mekanisme mitigasi risiko yang memadai.

BNPLPayLaterNPLP2PPertumbuhanMilenialAceh

Komentar

Memuat komentar...