Brian Uriarte Raih Juara Moto3 Mugello, Veda Ega 8th
Gambar atau konten salah?
Moto3 menjadi kelas pembuka di Sirkuit Mugello, Italia, pada hari ini. Balapan 17‑lap ini dimenangkan oleh Brian Uriarte, sementara podium lengkapnya diisi oleh Alvaro Carpe dan Hakim Danish dari Malaysia. Veda Ega Pratama dari Indonesia menutup lomba di posisi ke‑8.
Track Mugello dikenal sebagai sirkuit yang sangat teknis. Racetrack-nya memiliki lurus sepanjang lebih dari satu kilometer dan tikungan akhir yang menantang. Kondisi ini membuat setiap putaran menjadi ajang persaingan ketat bagi para pembalap muda.
David Almansa, yang seharusnya memegang pole position, tidak dapat ikut balapan karena sakit. Hakim Danish mengambil posisi pole, diikuti oleh Joel Kelso, Brian Uriarte, dan Jesus Rios. Dalam sesi kualifikasi, Maximo Quiles harus memulai dari urutan ke‑14, Adrian Fernandez dari urutan ke‑9, dan Veda Ega Pratama dari urutan ke‑12.
Veda memulai balapan dengan tujuan besar: mengamankan posisi strategis di klasemen sementara, di mana poinnya sama dengan Marco Morelli. Ambisinya jelas, menantang para pembalap senior di lintasan.
Saat balapan dimulai, Veda langsung menembus garis depan. Ia melewati enam pembalap di depannya dan segera mengamankan posisi keenam. Namun, beberapa tikungan kemudian, posisi Veda digoda oleh rivalnya. Ia menyelesaikan satu lap pertama dengan posisi ke‑9.
Lap ke‑4 menjadi titik balik. Veda disalip oleh beberapa pembalap dan harus berjuang turun ke posisi 16. Pengalaman Veda di Mugello, sebagai alumni Red Bull Rookie Cup, menjadi kunci dalam menghadapi dinamika lintasan yang menantang.
Di lap ke‑8, Veda masih berada di urutan ke‑12. Sementara itu, Quiles sudah memimpin rombongan, beradu taktik dengan Adrian Fernandez dan Hakim Danish yang bertukar posisi di urutan tiga tercepat.
Memasuki lima lap terakhir, pertarungan semakin sengit. Para pembalap memanfaatkan lurus Mugello untuk mencari angin slipstream. Urutan berubah drastis: Eddie O'Shea hingga Joel Kelso merangsek ke depan. Hakim Danish tergeser ke posisi enam, sementara Veda Ega Pratama perlahan naik ke urutan 8.
Di tiga lap terakhir, Veda sudah berada di rombongan terdepan. Ia berhasil merebut posisi empat di tikungan pertama lap ke‑14. Hakim Danish juga kembali masuk ke rombongan depan, menambah ketegangan.
Ketika balapan tersisa dua lap, Quiles kehilangan grip bannya saat menikung. Veda Ega berada di dekatnya dan hampir tersingkir, namun masih bisa mengendalikan motor. Quiles melebar dan mundur sementara Veda harus ngegas dari urutan ke‑7.
Di sesi terakhir Mugello, Veda berusaha memecah rombongan depan, namun belum berhasil. Ia harus puas finis di urutan ke‑8 setelah perjuangan ketat di Moto3 Italia 2026.
- Brian Uriarte | SPA | Red Bull KTM Ajo (KTM)
- Alvaro Carpe | SPA | Red Bull KTM Ajo (KTM)
- Hakim Danish | MAL | AEON Credit- MT Helmets - MSI (KTM)
- Adrian Fernandez | SPA | Leopard Racing (Honda)
- Joel Esteban | SPA | LEVEL UP - MTA (KTM)
- Eddie O'Shea | GBR | GRYD - MLav Racing (Honda)
- David Munoz | SPA | Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM)
- Veda Pratama | INA | Honda Team Asia (Honda)
- Joel Kelso | AUS | GRYD - MLav Racing (Honda)
- Jesus Rios | SPA | Rivacold Snipers Team (Honda)
- Maximo Quiles | SPA | CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM)
- Matteo Bertelle | ITA | LEVEL UP - MTA (KTM)
- Marco Morelli | ARG | CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM)
- Scott Ogden | GBR | CIP Green Power (KTM)
- Guido Pini | ITA | Leopard Racing (Honda)
- Ryusei Yamanaka | JPN | AEON Credit- MT Helmets - MSI (KTM)
- Adrian Cruces | SPA | CIP Green Power (KTM)
- Valentin Perrone | ARG | Red Bull KTM Tech3 (KTM)
- Cormac Buchanan | NZL | CODE Motorsports (KTM)
- Nicola Carraro | ITA | Rivacold Snipers Team (Honda)
- Ruche Moodley | RSA | CODE Motorsports (KTM)
- Zen Mitani | JPN | Honda Team Asia (Honda)
- Rico Salmela | FIN | Red Bull KTM Tech3 (KTM)
- Leo Rammerstorfer | AUT | SIC58 Squadra Corse (Honda)
Video: Veda Ega Jadi Rider Indonesia Pertama yang Naik Podium Gran Prix
Balapan di Mugello menegaskan betapa kompetitifnya kelas Moto3. Veda Ega Pratama, meski tidak menempati podium, menunjukkan kemampuan menyesuaikan strategi di lintasan yang menantang. Kemenangan Brian Uriarte dan kehadiran Hakim Danish di podium menambah warna kompetisi, sementara kehadiran pembalap internasional lainnya menambah dinamika. Keberhasilan Veda menempatkannya sebagai pembalap Indonesia pertama yang mencapai posisi di atas delapan, menandai pencapaian penting bagi tim dan negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini