Bus ALS Terbakar, 16 Orang Tewas di Jalan Lintas Sumatera

Hendra M. · 3 min baca · 27 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Bus ALS Terbakar, 16 Orang Tewas di Jalan Lintas Sumatera

Gambar atau konten salah?

Tragedi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terjadi pada 06 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, ketika sebuah bus ALS menabrak truk tangki bahan bakar. Kedua kendaraan terbakar, menewaskan 16 orang dan melukai 4 lainnya. Bus tersebut membawa sekitar belasan penumpang, sementara truk tangki hanya membawa dua orang.

Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni, mengungkapkan bahwa dua korban tewas adalah anggota keluarganya sendiri. Ia menyebut nama mereka, Aryanto (49) dan Martono (48), yang merupakan sopir dan kernet truk tangki. “Dua korban adalah keluarga saya, sopir dan kernet truk tangki minyak itu dari Desa Belani. Untuk yang sopir itu nenek kami berdua beradik. Namun ini semua jalan Tuhan dan cobaan bagi saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga,” ujarnya pada 07 Mei 2026.

Devi menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus memberikan bantuan kepada keluarga korban. Ia mengatakan, “Kami pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan dan membantu menghubungi keluarga korban dan perwakilan ALS terdekat serta memberi pelayanan terbaik kepada korban kecelakaan ini.”

Menurutnya, pihaknya dan kepolisian sudah sering mengingatkan sopir bus lintas Sumatera agar tidak melaju dengan kecepatan tinggi di wilayah Muratara. “Saya sudah berkali-kali bahkan menyetop bus-bus lintas Sumatera agar hati-hati dan jangan ngebut karena jalan banyak rusak dan berlubang. Kecepatan maksimum di Jalinsum tersebut seharusnya 60 kilometer per jam dan tetap harus waspada. Apalagi bus antar lintas sering ngebut sekali lewat wilayah ini,” jelasnya.

Jalan Jalinsum di daerah Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, seringkali menimbulkan kecelakaan. Lubang-lubang kecil membuat pengendara cenderung menghindari lubang, yang kadang berujung pada tabrakan. “Kita sudah pasang imbauan kecepatan dan hati-hati. Pihak Polres Muratara juga sudah bergerak melakukan penambalan jalan, namun tidak semua bisa ditambal karena masih banyak lubang kecil-kecil,” tambahnya.

Devi juga menyatakan bahwa kabupaten sudah berulang kali menyampaikan kondisi jalan kepada BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) dan Kementerian Perhubungan. Namun, perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran nasional.

Di tengah kesedihan, Devi menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia berkata, “Saya turut berbelasungkawa atas kecelakaan dan kebakaran Bus ALS dan tangki minyak di wilayah Kabupaten Muratara. Semoga korban meninggal diterima amal ibadahnya dan korban yang sedang dirawat di puskesmas maupun RSUD Rupit segera sembuh.”

Detail kejadian menunjukkan bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Di arah yang berlawanan, mobil tangki BBM melintas. Saat kedatangan di TKP, bus ALS diduga mencoba menghindari lubang, sehingga masuk ke jalur yang berlawanan dan menabrak truk tangki. Kedua kendaraan terbakar, menewaskan 16 orang dan melukai 4 lainnya.

Menurut catatan, kejadian terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan. Waktu kejadian diperkirakan pada 06 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Di tengah peristiwa, polisi dan tim medis segera menanggapi. Namun, kondisi luka pada korban memerlukan penanganan lebih lanjut di RSUD Rupit. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar tentang status kesehatan mereka.

Keseluruhan, tragedi ini menyoroti pentingnya penegakan aturan kecepatan, perbaikan jalan, dan koordinasi antara pemerintah kabupaten, kepolisian, dan lembaga terkait. Meskipun sudah ada upaya penambalan jalan, masih banyak lubang kecil yang belum teratasi, sehingga risiko kecelakaan tetap tinggi. Pemerintah kabupaten berjanji akan terus mendukung keluarga korban dan memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Muratara.

Bus ALStruk tangki bahan bakarJalan Lintas Sumatera (Jalinsum)kecelakaankebakarankorbankecepatan tinggijalan rusak

Komentar

Memuat komentar...