Charis Bagikan Perjuangan vs Saraf Kejepit, Operasi Berhasil
Gambar atau konten salah?
Charis Nicholas Tanzil, berusia 26 tahun dan tinggal di Tangerang, Banten, baru saja membagikan kisah panjangnya melalui video di Instagram. Video tersebut menampilkan perjalanan panjangnya mengatasi saraf kejepit yang telah mengganggu hidupnya selama bertahun‑tahun.
Pernahkah Anda mengalami rasa kesemutan di pinggang? Begitulah yang dialami Charis pada tahun 2017. Saat itu, ia terlibat dalam turnamen basket. Saat berusaha melompat untuk merebut bola, ia terjatuh. Ia menjelaskan, “Saat turnamen basket, pas lompat rebutan bola saya ditabrak ketika posisi di atas, saat jatuh posisinya duduk kena tulang ekor. Saat jatuh pertama kali adrenalin tinggi jadi hanya kerasa kesemutan dan agak kebas di pinggang sekitar tulang ekor.”
Setelah kembali ke rumah, ia merasakan kesulitan berdiri. Nyeri hebat muncul di pinggang, dan rasa sakit tersebut muncul lagi ketika tubuh miring ke samping atau ke belakang. Kondisi ini membuatnya sulit tidur. Ia mengakui, “Ketika kurang tidur jadi sering sakit, akhirnya saya dulu setiap 3-4 bulan sekali diopname karena kurang tidur dan sakit macam-macam, paling sering jadi infeksi tenggorokan.”
Selama sekitar tiga tahun, Charis mengalami siklus sakit dan tidur buruk. Sistem imun yang melemah membuatnya sering terkena infeksi, terutama infeksi tenggorokan. Ia mencoba berbagai perawatan, namun hingga tahun 2020, kondisi belum membaik.
Keputusan besar datang pada tahun 2021 ketika ia memutuskan menjalani operasi. Setelah prosedur, ia merasakan perbaikan signifikan. “Sampai pada 2021, ia memutuskan untuk menjalani operasi dan akhirnya kini kondisinya sudah jauh membaik,” ungkapnya.
Dengan berbagi kisahnya, Charis berharap dapat memberi semangat kepada orang lain yang menghadapi masalah kesehatan serupa. Ia menegaskan, “Untuk menyemangati orang yang mengalami hal yang sama, karena saraf kejepit itu tidak sama seperti cedera lain, seperti kaki or patah tulang.”
Ia menambahkan bahwa efek samping saraf kejepit sangat luas. “Dampaknya ke saraf dan efek sampingnya sangat luas bisa kemana-mana, bisa ke imun tubuh, bisa ke otak, karena tulang belakang itu merupakan pusat saraf penghubung seluruh tubuh,” jelasnya.
Perjalanan Charis menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan kondisi saraf. Meskipun ia telah melewati proses panjang, cerita ini menjadi contoh bahwa dengan penanganan tepat, pemulihan masih mungkin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
