Como 1907 Kejar Inter, Pencetak Dua Posisi Teratas Serie A
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Inter Milan masih menjadi tim paling dominan di Serie A sejak tahun 2026, namun kejutan datang dari Como 1907 yang menempati posisi kedua.
Inter menguasai klasemen dengan 33 poin dari 14 pertandingan, mencatat 10 kemenangan, 3 hasil imbang dan hanya 1 kali kalah. Sementara itu, Como, yang dimiliki pengusaha Indonesia, tampil impresif dengan 30 poin dari laga yang sama, 9 kemenangan, 3 imbang dan 2 kali kalah.
Performa Como menjadi sorotan utama di Italia. Klub yang musim lalu finis di peringkat ke-10 Serie A, awalnya tidak masuk hitungan kandidat papan atas. Namun, pelatih Cesc Fabregas membawa tim ini tampil konsisten dan mampu merusak dominasi tim-tim raksasa.
Dalam lima laga terakhir, Como menyapu bersih kemenangan. Berikut hasilnya:
- 21 Februari 2026 – Juventus vs Como, 0-2 (Menang)
- 28 Februari 2026 – Como vs Lecce, 3-1 (Menang)
- 7 Maret 2026 – Cagliari vs Como, 1-2 (Menang)
- 15 Maret 2026 – Como vs Roma, 2-1 (Menang)
- 22 Maret 2026 – Como vs Pisa, 5-0 (Menang)
Secara statistik, Como juga tampil tajam dengan 31 gol dan kebobolan hanya 10 kali sejak pergantian tahun. Catatan ini menegaskan keseimbangan permainan mereka, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Di papan klasemen Liga Italia 2025/2026 secara keseluruhan, Como sementara menempati posisi keempat. Meski Como mencuri perhatian, Inter tetap menjadi tolok ukur. Nerazzurri masih tampil relatif stabil dan efisien sepanjang 2026, walaupun belakangan melambat setelah tidak meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir Serie A. Inter masih baru satu kali menelan kekalahan Serie A di tahun 2026 sejauh ini. Mereka juga memiliki selisih gol terbaik (+21), yang menjadi pembeda utama di puncak klasemen performa tahun ini.
Tabel Performa Serie A Tahun Kalender 2026 (per 24 Maret 2026) menunjukkan posisi Inter di puncak dengan 32 poin, diikuti oleh Como dengan 30 poin. Inter memimpin dengan +21 selisih gol, sedangkan Como memiliki +13 selisih gol. Tim-tim lain seperti Atalanta, AC Milan, Napoli, Juventus, dan Roma juga menampilkan performa yang kompetitif, namun Inter tetap mempertahankan keunggulan.
Secara keseluruhan, Inter tetap menjadi patokan performa di Serie A, sementara Como menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing di level tertinggi. Performa impresif Como, terutama dalam lima laga terakhir, menegaskan bahwa mereka bukan sekadar tim yang naik ke papan atas, melainkan juga mampu menantang dominasi Inter.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Florentino Perez Kampanye Presiden Real Madrid dengan Mourinho
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Gilberto Mora, Pemain Termuda Piala Dunia 2026, 17 Tahun
Berita Terbaru
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
