Como Raih Liga Champions Pertama dengan Anggaran Rendah

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Como Raih Liga Champions Pertama dengan Anggaran Rendah

Gambar atau konten salah?

Como yang baru saja naik ke Serie A musim lalu berhasil menempati posisi keempat pada akhir musim 2025‑2026, sehingga memperoleh tiket ke Liga Champions. Keempat besar ini ditentukan pada pekan terakhir ketika Como mengalahkan Cremonese dengan skor 4‑1.

Di saat yang sama, AC Milan mengalami kekalahan 1‑2 melawan Cagliari, sementara Juventus telah merosot sejak pekan lalu setelah kalah 0‑2 dari Fiorentina dan akhirnya seri 2‑2 dengan Torino. Akibatnya, Juventus gagal masuk Liga Champions.

Dengan 71 poin, Como menempati satu poin di atas Milan dan dua poin di atas Juventus. Ini menandai kelolosan pertama Como ke kompetisi Eropa dalam sejarah klub. Klub ini dimiliki oleh saudara pengusaha Indonesia, Hartono, yang berhasil memanfaatkan biaya gaji pemain yang relatif rendah.

Menurut Sky Sport Italia, total biaya gaji skuad Como hanya sebesar 47 juta Euro, dengan rata‑rata 1,5 juta Euro per pemain. Hal ini menempatkan mereka di posisi ke‑11 dalam urutan biaya gaji Serie A. Angka ini hampir sepertiga dari biaya gaji klub juara, Inter Milan, yang mencapai 139 juta Euro. AC Milan memiliki biaya gaji sebesar 100 juta Euro, sedangkan Juventus berada di posisi 129 juta Euro namun hanya finis keenam dan akan bermain di Liga Europa musim depan.

  • Inter: 139 juta Euro
  • Juventus: 129 juta Euro
  • Roma: 114 juta Euro
  • Napoli: 109 juta Euro
  • Milan: 100 juta Euro
  • Lazio: 75 juta Euro
  • Fiorentina: 65 juta Euro
  • Atalanta: 59 juta Euro
  • Torino: 52 juta Euro
  • Bologna: 48 juta Euro
  • Como: 47 juta Euro
  • Sassuolo: 41 juta Euro
  • Cremonese: 33 juta Euro
  • Genoa: 31 juta Euro
  • Cagliari: 29 juta Euro
  • Verona: 29 juta Euro
  • Udinese: 24 juta Euro
  • Parma: 23 juta Euro
  • Pisa: 21 juta Euro
  • Lecce: 19 juta Euro

Keberhasilan Como menunjukkan bahwa klub dengan anggaran terbatas dapat bersaing di level tertinggi, asalkan manajemen dan strategi pemain dioptimalkan dengan baik. Kemenangan ini sekaligus membuka pintu bagi klub kecil untuk meraih prestasi internasional di masa depan.

ComoSerie ALiga Championsbiaya gajiHartonoklub kecilkompetisi Eropa

Komentar

Memuat komentar...