Crypto Indonesia 21,4 Juta Pengguna, Indodax Fokus Keamanan 2026

Dani L. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 200 dibaca
Bisik.id
Crypto Indonesia 21,4 Juta Pengguna, Indodax Fokus Keamanan 2026

Gambar atau konten salah?

Industri kripto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa pada 17 Mei 2026 jumlah pengguna kripto di tanah air mencapai 21,37 juta orang.

CEO Indodax, William Sutanto, menilai bahwa kenaikan jumlah member tidak hanya mencerminkan ketertarikan masyarakat terhadap aset digital, tetapi juga menandakan kebutuhan akan platform perdagangan kripto yang menekankan keamanan, transparansi, dan kepatuhan regulasi. Saat ini, anggota Indodax hampir mencapai 10 juta.

“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William dalam keterangannya pada 17 Mei 2026.

Sejarah kripto dimulai dengan transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada tahun 2010, yang kini diperingati setiap tanggal 22 Mei sebagai Bitcoin Pizza Day. Momen tersebut menjadi tonggak pertama ketika Bitcoin memperoleh nilai ekonomi di dunia nyata.

Setelah peristiwa tersebut, kripto berkembang menjadi instrumen digital dengan tingkat adopsi global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Menurut data OJK per Maret 2026, hampir separuh, yaitu 46,5%, dari pengguna kripto nasional merupakan member Indodax.

William menjelaskan bahwa pertumbuhan industri juga diiringi perubahan standar operasional yang semakin ketat. Seiring bertambahnya pengguna dan munculnya pengawasan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pelaku industri dipaksa meningkatkan tata kelola, transparansi, dan sistem keamanan yang lebih komprehensif.

“Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut William.

Indodax menanggapi peningkatan standar transparansi dengan menyediakan Proof of Reserves (PoR) sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap member. Sistem ini memverifikasi aset pengguna secara berkala, memastikan ketersediaan dana di platform tetap transparan. Langkah ini bertujuan membangun kepercayaan publik dan mendorong penerapan standar operasional industri aset digital yang berorientasi pada perlindungan pengguna.

Selain itu, Indodax terus memperluas pilihan aset digital yang dapat diperdagangkan. Saat ini, platform menawarkan lebih dari 500 aset kripto, termasuk aset terbaru berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks. Keberagaman ini diharapkan memberi alternatif diversifikasi portofolio bagi pengguna seiring berkembangnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi aset digital.

Menurut data OJK, nilai transaksi kripto turun 8%, mencapai Rp 22,24 triliun pada Maret 2026 dibandingkan Rp 24,33 triliun pada Februari 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyatakan penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang masih berlangsung. Namun, menurutnya, ekosistem aset keuangan digital di Indonesia masih terjaga.

“Pada bulan Maret 2026 nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 22,24 triliun dan nilai transaksi derivatif AKD aset keuangan digital tercatat sebesar Rp 5,80 triliun. Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset kuasa digital termasuk aset kripto di Indonesia masih terjaga dengan baik,” ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual pada 5 Mei 2026.

Secara keseluruhan, perkembangan industri kripto di Indonesia menandai pergeseran fokus dari sekadar akses dan adopsi ke arah kepercayaan dan perlindungan pengguna. Dengan regulasi yang semakin ketat, praktik KYC Hygiene, sistem keamanan yang diperkuat, serta transparansi melalui Proof of Reserves, platform-platform seperti Indodax berusaha menjaga integritas dan kepercayaan konsumen. Pertumbuhan jumlah pengguna, meski disertai penurunan nilai transaksi, menunjukkan bahwa ekosistem aset digital di Indonesia masih stabil dan terus beradaptasi dengan dinamika pasar global.

IndodaxOJKKYC HygieneProof of ReservesReal World AssetsBitcoin Pizza DayUU P2SK

Komentar

Memuat komentar...