Cryptojacking Target PC Berperforma Tinggi lewat Situs Palsu
Gambar atau konten salah?
Para penggemar PC yang biasa mengunduh utilitas seperti Display Driver Uninstaller (DDU) atau CrystalDiskInfo kini harus lebih berhati-hati. Pada Senin, 01 Juni 2026, terungkap bahwa penambangan mata uang kripto berskala besar sedang menargetkan komputer berperforma tinggi, khususnya yang memakai GPU.
Berbeda dengan penyebaran malware secara acak, para peretas memfokuskan serangan mereka pada pengguna yang sedang mencari perangkat lunak analisis GPU, pemeliharaan driver, dan benchmarking. Perangkat keras ini paling cocok untuk menambang kripto, sehingga menjadi sasaran utama.
Metode utama yang digunakan adalah SEO poisoning. Penjahat memanipulasi hasil mesin pencari agar mengarahkan pengguna ke situs web tiruan palsu ketika mereka mencari utilitas PC populer. Beberapa aplikasi yang sering dipalsukan tautannya meliputi:
- Display Driver Uninstaller (DDU)
- CrystalDiskInfo / CrystalDiskMark
- HWMonitor
- FurMark
- K-Lite Codec Pack
- PDFgear
Manipulasi ini tidak terbatas pada mesin pencari tradisional. Penjahat juga berhasil menipu chatbot kecerdasan buatan, seperti ChatGPT, dengan memberikan tautan palsu kepada pengguna. Sebagai contoh, ChatGPT pernah mengarahkan pengguna ke URL domain .io untuk mengunduh CrystalDiskMark, padahal situs resminya menggunakan domain .info.
File berbahaya biasanya dikemas dalam arsip ZIP yang dirancang untuk tidak langsung menimbulkan kecurigaan. Daripada menginstal malware secara langsung, file tersebut akan mengunduh ScreenConnect, sebuah alat manajemen jarak jauh legal yang sering dipakai oleh administrator TI. Melalui ScreenConnect, peretas dapat memantau perangkat target dan memperluas muatan malware mereka.
Untuk menghindari deteksi pengguna, program penambang kripto ini beroperasi dengan sangat diam-diam:
- Proses penambangan hanya berjalan ketika PC berada dalam kondisi idle.
- Proses tersebut otomatis berhenti seketika saat mendeteksi adanya aktivitas pengguna, seperti gerakan mouse atau ketikan keyboard.
Microsoft Defender menyarankan pengguna untuk mengaktifkan perlindungan berbasis komputasi awan serta perlindungan jaringan dan web. Selain itu, fitur SmartScreen sangat disarankan agar tetap aktif guna mendeteksi situs web tiruan saat berselancar di internet.
Namun, pertahanan paling sederhana dan paling ampuh adalah mengubah kebiasaan mengunduh. Hindari mengandalkan mesin pencari atau chatbot AI secara buta saat mencari utilitas PC. Gunakan repositori perangkat lunak tepercaya yang memang dikurasi khusus untuk keamanan, atau cari aplikasi langsung melalui etalase resmi seperti Microsoft Store. Jika ragu, periksa halaman Wikipedia aplikasi tersebut, karena biasanya halaman tersebut mencantumkan tautan langsung ke situs web resmi pengembang.
Secara keseluruhan, ancaman cryptojacking ini menuntut para pengguna PC untuk lebih kritis dalam memilih sumber unduhan dan memanfaatkan perlindungan yang disediakan oleh sistem keamanan modern. Dengan langkah sederhana seperti memeriksa keaslian situs dan mengaktifkan fitur keamanan, risiko serangan dapat diminimalkan secara signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis