Daging Babi Tanpa Lemak, Protein Sehat untuk Lansia Indonesia
Gambar atau konten salah?
Daging babi, yang selama ini sering dianggap tidak sehat, kini muncul sebagai pilihan daging yang lebih sehat menurut sebuah studi terkini. Penelitian ini menyoroti manfaat konsumsi daging babi tanpa lemak bila dimakan dengan cara yang tepat.
Selama bertahun-tahun, daging merah sering dikaitkan dengan risiko penyakit kronis. Namun, hasil penelitian terbaru menampilkan sisi lain yang jarang diketahui. Daging babi tanpa lemak ternyata dapat memberikan manfaat serupa dengan protein nabati, seperti kacang-kacangan.
Dikutip (22 Januari 2026), studi ini dipublikasikan di jurnal Current Developments in Nutrition dan melibatkan 36 orang berusia 65 tahun. Peserta dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok mengonsumsi daging babi tanpa lemak, sementara kelompok lain mengandalkan protein nabati seperti lentil dan kacang hitam. Selama 8 minggu, peserta mengikuti pola makan ketat, menghindari daging lain, alkohol, dan pemanis buatan.
Hasilnya menunjukkan bahwa kedua pola makan meningkatkan sensitivitas insulin, faktor penting dalam pencegahan diabetes tipe 2. Selain itu, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan dan penurunan kolesterol total. Diet daging babi juga menjaga kolesterol baik (HDL), yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Temuan lain menyoroti efek pada massa otot di kalangan lansia. Konsumsi daging babi membantu menjaga massa otot, mengurangi risiko penyusutan otot yang sering terjadi pada penuaan. Perubahan asam amino juga terpantau positif, berdampak pada mood, imun, dan kesehatan usus.
Namun, peneliti menegaskan perbedaan antara daging segar dan olahan. Produk olahan seperti ham dan sosis tetap berisiko tinggi. World Health Organization mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen, meningkatkan risiko kanker usus bila dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, konsumsi tetap harus dibatasi.
Rekomendasi utama adalah menjaga pola makan bergizi seimbang dengan sayur dan protein lain. Pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama untuk kesehatan optimal.
Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa daging babi tanpa lemak dapat menjadi alternatif protein yang sehat, terutama bagi lansia. Namun, penting untuk membedakan antara daging segar dan olahan, serta menjaga asupan dalam batas wajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Berita Terbaru
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
DKI Alokasikan Rp253,6 Miliar untuk 103 Sekolah Swasta
Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2026 Fokus ETLE Lalu Lintas
Indonesia Mulai Transisi Ekspor SDA Satu Pintu lewat DSI Pemerintah
Trans7 Bimbing Santri & Mahasiswa Cipta Konten Digital
Job Fair Ciamis 2026: Ribuan Peserta Berharap Pekerjaan
Menteri Keuangan: Rupiah Melemah, Tetap Kelola Nilai
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
