Investor Pasar Modal RI Tembus 30 Juta Orang
Gambar atau konten salah?
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengumumkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia kini telah menembus angka 30 juta orang. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup besar dalam waktu singkat.
Menurut Friderica, peningkatan jumlah investor ritel ini memberikan dampak positif bagi stabilitas pasar keuangan nasional. Ia menyebutkan bahwa pada tahun lalu, jumlah investor masih berkisar di angka 20 juta orang. Namun dalam kurun waktu setengah tahun saja, terjadi penambahan sekitar 10 juta investor baru.
"Kemudian investor di pasar modal Indonesia saat ini sudah mencapai 30 juta orang. Jadi ini tahun lalu masih 20-an juta, sekarang sudah nambah 10 juta ini luar biasa. Jadi buffer dari market kita adalah retailnya itu sendiri," ujar Friderica usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Ekonomi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa besarnya jumlah investor ritel membuat pasar modal Indonesia lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global. Kondisi ini berbeda dengan sekitar dua dekade lalu, ketika pasar domestik lebih mudah tertekan oleh sentimen dari luar negeri, meskipun sentimen tersebut tidak ada hubungannya dengan fundamental ekonomi Indonesia.
"Jadi itu merupakan satu hal yang sangat baik ya, karena contohnya saya waktu mungkin 20 tahun lalu, itu kan retail kita belum sekuat sekarang. Jadi kalau misalnya ada isu di global yang sebenarnya nggak ada kaitan dengan fundamental ekonomi kita itu sangat terdampak di market kita," tambah dia.
Selain itu, Friderica menyampaikan bahwa OJK terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menindaklanjuti berbagai masukan dari MSCI. Beberapa kebijakan yang tengah dijalankan meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham, pengaturan free float, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum atau enforcement.
"Kemudian kebijakan free float semua sudah kita lakukan walaupun free float ini perlu bertahap dalam waktu 1, 2, 3 tahun ini. Kemudian yang lain-lain kita terus upayakan supaya pasar modal di Indonesia semakin berintegritas, semakin likuid, semakin kredibel dan satu unsur yang akan kita terus galakkan adalah enforcement-nya," tegas Friderica.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa perkembangan pasar modal tercermin dari tingginya penghimpunan dana melalui penawaran umum. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun dari penawaran umum saham (IPO) maupun efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) telah mencapai Rp 112 triliun.
"Pasar modal tadi sudah saya sampaikan update-nya bahwa pasar modal ini juga sangat baik bahwa terkait dengan IPO dan juga penawaran EBUS, efek bersifat utang sukuk itu angkanya sudah mencapai yang masuk Rp 112 triliun. Jadi ini satu berita bagus juga," tutup Friderica.
Pertumbuhan jumlah investor yang pesat ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat ritel di pasar modal semakin meluas. Dengan basis investor yang lebih besar, pasar modal Indonesia diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan eksternal, sekaligus menjadi fondasi yang lebih kokoh bagi stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
OJK Targetkan Aturan Demutualisasi BEI Rampung September
Petani dan Ibu Rumah Tangga Jadi Target Rekening Judi Online
OJK Umumkan Satu Bank Syariah Baru Segera Hadir
OJK: Judi Online Kejahatan Terorganisir Lintas Negara
BEI Tambah 37 Saham Baru ke Daftar Konsentrasi Tinggi
Menkeu: Dana Mobil Kopdes Baru Cair Setelah Audit
Berita Terbaru
Investor Pasar Modal RI Tembus 30 Juta Orang
Persija Rekrut Gelandang Jepang Kyohei Yoshina
Bank Sumsel Babel OKU Selatan Tandatangani Kerja Sama Keuangan
Antrean BBM di Medan, Bobby Minta TNI Gantikan Sopir
Kumpulan Ide Ice Breaking Seru untuk MPLS 2025
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Conor McGregor Kalah TKO 69 Detik dari Holloway
