Damkar Bandung Antar Anak Berkebutuhan Khusus ke RSJ

Ayu W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Damkar Bandung Antar Anak Berkebutuhan Khusus ke RSJ

Gambar atau konten salah?

Pada hari Minggu, 12 Juli 2026, sebuah mobil pemadam kebakaran berwarna merah melaju di jalanan Bandung. Tapi bukan untuk memadamkan api. Misi kali ini berbeda: mengantar seorang anak muda berkebutuhan khusus ke rumah sakit jiwa. Di dalam mobil, ada sekantong jajanan ringan, canda para petugas, dan harapan seorang ibu yang sudah kehabisan cara.

Kisah ini dialami langsung oleh personel Peleton 3 Regu 3 Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung. Pagi itu, saat mereka sedang berjaga, seorang perempuan lanjut usia datang sendirian. Namanya NR, usianya 61 tahun. Ia tidak melaporkan kebakaran. Tidak juga meminta pertolongan darurat. Yang ia bawa adalah keletihan—seorang ibu yang bertahun-tahun menghadapi anaknya yang sering mengamuk dan tak lagi sanggup ia tangani seorang diri.

"Si anak itu punya karakter yang ditakuti oleh keluarga juga tetangganya, karena suka ngamuk. Sering itu ngamuknya sampai merusak motor-motor tetangga, dijungkirkeun, dipukulin motornya. Istilahnya merugikan materi juga tidak menutup kemungkinan merugikan orang lain karena takutnya dipukul dan sebagainya," kata Komandan Penyelamatan Regu 3 Diskarmatan Kota Bandung, Totoy Yuhasmana, saat berbincang pada Selasa, 14 Juli 2026.

Momen sederhana ini kemudian diunggah oleh akun Instagram @ceritadamkarbdg. Hingga kini, unggahan itu sudah dilihat 178 ribu kali, disukai 19,9 ribu orang, dan memicu 865 komentar dari warganet.

NR adalah orang tua tunggal. Ia sudah berusaha keras menangani anaknya, RRP (22). Ia mendatangi RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Sosial. Tapi tak satu pun memberi jalan keluar. Hingga akhirnya, ia memilih kantor Damkar sebagai tempat terakhir untuk mencurahkan isi hatinya.

Setelah mendengar cerita NR, Regu 3 mengutus personel ke rumah untuk mengecek kondisi RRP. Dengan pendekatan penuh kesabaran, anak berkebutuhan khusus itu akhirnya bisa dirayu untuk ikut ke kantor Diskarmatan. Sesampainya di sana, ia diberi hiburan agar merasa lebih nyaman.

"Kami juga minta arahan ke Pak Kadis (Kepala Diskarmatan Kota Bandung Soni Bakhtiyar) dan Pak Kabid (Kabid Penyelamatan Diskarmatan Kota Bandung Immanuel Situmorang). Beliau-beliau responsnya juga luar biasa, silakan dibantu sebisa kita," ungkap Totoy. "Karena meskipun bukan tugas pokok kita, tapi salah satu tugas kita juga kan menyelamatkan orang. Karena kan terancam, ngamuk, jadi itu bagian dari tugas kami sebetulnya," ujarnya menambahkan.

Di luar dugaan, RRP justru merasa lebih nyaman dengan pengalaman baru yang ia rasakan di kantor Damkar. Sampai akhirnya, sang ibu dan para personel sepakat membawa anak itu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk mendapat perawatan.

Karena sudah nyaman sejak awal, RRP tidak menunjukkan penolakan saat dibawa ke RSJ. Di tengah perjalanan, ia mengajukan permintaan sederhana. "Pas di dalam mobil, ibunya ngomong, 'Pak, ini kalau lagi jalan pengin makan cemilan terus biasanya, kalau enggak dikasih suka ngamuk'. Nah, dalam video kan saya masuk ke Indomaret. Saya tanya, 'Kamu mau apa?'. Saya akhirnya biarkan tuh ngambil, ngambil, ngambil, ngambil. Akhirnya Alhamdulillah, di dalam mobil itu nyemil aja sambil ketawa ketiwi pas dibawa ke RSJ," ungkap Totoy.

Sesampainya di RSJ Cisarua, perjuangan para personel damkar belum selesai. Mereka harus menunggu ketersediaan ruang perawatan selama kurang lebih satu jam. Selama menunggu, Totoy dan anggota lainnya terus berusaha menjaga suasana hati RRP agar tetap tenang. Mereka mengajaknya berbincang, bercanda, hingga mengikuti aktivitas yang disukai pemuda tersebut.

"Si ibunya bilang, anaknya itu senang kalau dibikinkan cerita yang menyenangkan buat dia. Jadi anggota saya ada yang ikut lari-lari, bercanda sama dia, mengikuti apa yang dia suka supaya tetap nyaman," kata Totoy.

Satu potongan adegan di Instagram begitu membekas bagi warganet. Dalam cuplikan unggahan tersebut, RRP diajak bermain di halaman RSJ Cisarua hingga bisa meluapkan canda tawanya.

Tak lama kemudian, pihak rumah sakit mengabarkan ruang perawatan telah tersedia. RRP akhirnya bisa menjalani penanganan lebih lanjut. Sang ibu pulang dengan harapan baru. Totoy dan rekan-rekannya kembali ke markas untuk melanjutkan tugas berikutnya. Bagi Totoy, hari itu, mobil damkar tak sedang memadamkan api. Tapi di dalamnya, ada kegelisahan seorang ibu yang perlahan berhasil dipadamkan.

"Menurut informasi dari pihak rumah sakit, dia akan dikarantina dulu minimal satu minggu. Nah, nanti sudah satu minggu, dari pihak rumah sakit mengabari keluarga si ibu itu," katanya. "Dan bagi kami, ini lebih mengedepankan nurani. Mudah-mudahan nanti anaknya bisa menunjukkan perkembangan yang lebih baik lagi setelah mendapat perawatan," pungkasnya.

Cerita ini menunjukkan bahwa tugas penyelamatan tidak selalu soal kebakaran atau kecelakaan. Kadang, yang perlu diselamatkan adalah harapan seorang ibu yang hampir padam. Dan mobil pemadam kebakaran, untuk sekali ini, menjadi kendaraan yang membawa seorang anak menuju kesembuhan—ditemani jajanan ringan dan tawa yang lama tak terdengar.

mobil pemadam kebakarananak berkebutuhan khususrumah sakit jiwaBandungpetugas damkaribu tunggalpenyelamatan

Komentar

Memuat komentar...