Damkar Ponorogo Hilangkan Cincin Tebal di Kelamin Pasien
Gambar atau konten salah?
Petugas Damkar Ponorogo mengeksekusi evakuasi tak biasa pada Sabtu 27 Maret 2026. Mereka membantu seorang pria berusia 32 tahun melepas cincin yang terpasang di kelamin.
Proses pertama dilakukan di RSUD dr Harjono Ponorogo. Namun, setelah menemui kesulitan, rumah sakit memutuskan untuk meminta bantuan Damkar. Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan situasinya.
“Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar,” kata Bambang pada hari itu.
Bambang menambahkan bahwa proses pelepasan cukup sulit. Cincin terbuat dari bahan tebal dan terpasang di area sensitif, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.
“Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa tim Damkar harus memotong cincin di dua titik agar bisa dilepaskan, berbeda dari penanganan biasanya yang hanya membutuhkan satu titik pemotongan.
“Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” jelasnya.
Selama proses, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien, mengingat area kelamin memiliki banyak saraf penting. “Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” tambah Bambang.
Ia menyebutkan penanganan seperti ini tergolong jarang. Selama ini, Damkar lebih sering menangani pelepasan cincin di jari. “Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami,” ungkapnya.
Damkar Ponorogo pernah menangani kasus serupa. Mereka pernah membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria.
Soal penyebab pemasangan cincin, Bambang mengaku tidak tahu pasti. Namun berdasarkan informasi awal, pemasangan diduga sudah dilakukan sejak lama. “Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail,” pungkasnya.
Kasus ini menyoroti keterampilan Damkar dalam menangani situasi medis yang tidak biasa, sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi antara rumah sakit dan unit pemadam kebakaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Berita Terbaru
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
