Damkar Ponorogo Hilangkan Cincin Tebal di Kelamin Pasien

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 34 dibaca
Bisik.id
Damkar Ponorogo Hilangkan Cincin Tebal di Kelamin Pasien

Gambar atau konten salah?

Petugas Damkar Ponorogo mengeksekusi evakuasi tak biasa pada Sabtu 27 Maret 2026. Mereka membantu seorang pria berusia 32 tahun melepas cincin yang terpasang di kelamin.

Proses pertama dilakukan di RSUD dr Harjono Ponorogo. Namun, setelah menemui kesulitan, rumah sakit memutuskan untuk meminta bantuan Damkar. Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan situasinya.

“Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar,” kata Bambang pada hari itu.

Bambang menambahkan bahwa proses pelepasan cukup sulit. Cincin terbuat dari bahan tebal dan terpasang di area sensitif, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.

“Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa tim Damkar harus memotong cincin di dua titik agar bisa dilepaskan, berbeda dari penanganan biasanya yang hanya membutuhkan satu titik pemotongan.

“Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” jelasnya.

Selama proses, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien, mengingat area kelamin memiliki banyak saraf penting. “Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” tambah Bambang.

Ia menyebutkan penanganan seperti ini tergolong jarang. Selama ini, Damkar lebih sering menangani pelepasan cincin di jari. “Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami,” ungkapnya.

Damkar Ponorogo pernah menangani kasus serupa. Mereka pernah membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria.

Soal penyebab pemasangan cincin, Bambang mengaku tidak tahu pasti. Namun berdasarkan informasi awal, pemasangan diduga sudah dilakukan sejak lama. “Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail,” pungkasnya.

Kasus ini menyoroti keterampilan Damkar dalam menangani situasi medis yang tidak biasa, sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi antara rumah sakit dan unit pemadam kebakaran.

Damkar PonorogoCincin KelaminRSUD dr HarjonoBambang SupenoPemotongan CincinPenanganan MedisKoordinasi Rumah Sakit

Komentar

Memuat komentar...