Danantara-Sucofindo Berantas Under-Invoicing Ekspor

Bima J. · 2 min baca · 2 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Danantara-Sucofindo Berantas Under-Invoicing Ekspor

Gambar atau konten salah?

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dan PT Sucofindo bekerja sama untuk menghentikan praktik under-invoicing. Praktik ini selama ini berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.

Lewat kerja sama ini, Sucofindo akan menjalankan perannya sebagai verifikator independen. Tujuannya jelas: memastikan nilai transaksi ekspor tercatat secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan cuma soal pengawasan perdagangan. Sucofindo juga memperkuat perannya dalam tata kelola ekspor mineral nasional. Mereka menyusun strategi untuk mengidentifikasi mineral ikutan. Termasuk di dalamnya komoditas Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif.

Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum. Juga untuk menjaga kelancaran ekspor. Dan yang tidak kalah penting, mendukung agenda hilirisasi mineral nasional.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu dengan Direktur Utama PT Sucofindo. Pertemuan itu membahas langkah konkret mencegah under-invoicing. Juga perkembangan strategi identifikasi mineral ikutan, penguatan mitigasi risiko ekspor, dan sinkronisasi langkah untuk tata kelola sektor mineral yang lebih efektif.

"Kita nggak boleh lagi kasih ruang buat praktik under-invoicing," kata Dony, dikutip dari Instagram resmi BP BUMN pada Kamis, 23 Juli 2026.

Melalui kolaborasi ini, BP BUMN bersama Danantara mendorong penguatan peran BUMN. Mereka ingin menciptakan sistem verifikasi ekspor yang lebih akuntabel. Juga mendukung kepastian regulasi dan memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia di pasar global.

"Verifikasi harus benar-benar diperkuat supaya semua transaksi bisa dipertanggungjawabkan," tutupnya.

Under-invoicing adalah praktik melaporkan nilai ekspor lebih rendah dari sebenarnya. Praktik ini bisa mengurangi penerimaan negara dari pajak dan bea cukai. Kolaborasi antara Danantara dan Sucofindo ini menjadi salah satu upaya untuk menutup celah tersebut. Dengan verifikasi yang lebih ketat, diharapkan setiap transaksi ekspor tercatat dengan nilai yang sebenarnya.

under-invoicingverifikasi eksporDanantaraSucofindomineral ikutantata kelola eksporhilirisasi

Komentar

Memuat komentar...