Denpasar Hadapi Sampah Organik, Warga Coba Eco Enzyme

Hari W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Denpasar Hadapi Sampah Organik, Warga Coba Eco Enzyme

Gambar atau konten salah?

Di Denpasar, permasalahan sampah organik semakin menumpuk. Setiap rumah menghasilkan limbah sisa makanan, daun kering, dan sampah dapur yang belum ada tempat pembuangan khusus. Akibatnya, warga harus mencari cara sendiri untuk mengolahnya.

Per 1 April 2026, pengiriman sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dihentikan. Tanpa fasilitas ini, sampah organik tidak bisa didampingi ke tempat pembuangan yang sudah terorganisir. Warga kini harus memanfaatkan metode daur ulang di tingkat rumah tangga atau mencari alternatif lain.

Oleh karena itu, masyarakat Bali diminta bertindak mandiri. Beberapa upaya yang sudah dicoba meliputi pengurangan penggunaan plastik, pembakaran sampah, dan pengolahan organik menjadi kompos. Namun, tidak semua orang tahu cara praktis mengolah sampah di rumah.

Berikut tiga cara sederhana yang bisa langsung diterapkan di rumah: membuat pupuk cair organik (eco enzyme), membangun biopori atau teba modern, dan mengolah sisa makanan menjadi pakan ternak. Ketiga metode ini tidak memerlukan alat mahal dan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kualitas tanah.

1. Pupuk Cair Organik (Eco Enzyme)

Eco enzyme adalah pupuk cair yang dihasilkan dari fermentasi kulit buah dan sayur. Proses ini ramah lingkungan dan menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pengendali hama, dan penyubur tanah. Ampasnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos.

Berikut bahan dan langkah-langkahnya:

  • Bahan: kulit buah atau sayur (jeruk, nanas, apel, dll.), gula merah atau gula aren atau tetes tebu murni, air bersih.
  • Perbandingan: 1 bagian gula : 3 bagian sampah organik : 10 bagian air.
  • Langkah:
    1. Siapkan wadah plastik bertutup.
    2. Potong-potong kulit buah atau sayur.
    3. Campurkan semua bahan sesuai perbandingan 1 : 3 : 10.
    4. Aduk hingga merata.
    5. Berikan tutup pada wadah, tetapi jangan terlalu rapat agar gas fermentasi dapat keluar.
    6. Letakkan di tempat sejuk, teduh, dan tidak terkena sinar matahari selama sekitar 3 bulan.
    7. Di minggu pertama, buka tutup setiap hari untuk melepaskan gas yang tersisa. Setelah itu, cukup buka seminggu sekali.
    8. Setelah tiga bulan, saring cairan hasil fermentasi dan tuangkan ke dalam botol bersih.
    9. Eco enzyme siap digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

2. Biopori atau Teba Modern

Metode biopori, yang di Bali juga dikenal sebagai teba modern, memanfaatkan resapan air untuk mempercepat penguraian sampah organik dan meningkatkan kesuburan tanah. Cara ini cocok bagi yang memiliki pekarangan cukup luas.

Berikut bahan dan langkah-langkahnya:

  • Bahan: bor tanah atau linggis, pipa PVC (opsional), penutup lubang (bisa dari pipa, jaring, atau penutup khusus), limbah sampah organik (daun kering, sisa makanan, dll.).
  • Langkah:
    1. Tentukan lokasi di tanah terbuka, misalnya halaman atau kebun rumah.
    2. Buat lubang vertikal dengan diameter dan kedalaman sesuai kebutuhan.
    3. Pasang pipa PVC di dalam lubang agar dinding tidak mudah runtuh.
    4. Masukkan sampah organik ke dalam lubang hingga penuh.
    5. Tutup bagian atas lubang untuk mencegah masuknya benda lain.
    6. Pastikan lubang tidak tersumbat agar air tetap dapat meresap dengan baik.
    7. Biopori siap digunakan. Periksa secara berkala agar tetap optimal dalam jangka panjang.

3. Pakan Ternak dari Sampah Organik

Bagian besar sampah organik, seperti sisa sayur, buah, atau nasi, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Cara ini tidak hanya mengurangi limbah dapur, tetapi juga menghemat biaya pakan. Penting untuk memastikan sisa makanan masih layak, tidak basi, dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi hewan.

Berikut bahan dan langkah-langkahnya:

  • Bahan: sisa buah atau sayur (apel, pisang, pepaya, wortel, bayam, kol, dll.), nasi sisa (opsional), air secukupnya (opsional).
  • Langkah:
    1. Pilih sisa makanan yang masih layak dan tidak busuk atau berjamur.
    2. Cuci bersih sisa sayur dan buah untuk menghilangkan kotoran.
    3. Cincang atau potong bahan menjadi ukuran kecil.
    4. Campurkan dengan nasi sisa yang belum basi.
    5. Pakan dapat langsung diberikan atau disimpan dalam wadah tertutup untuk penggunaan jangka pendek (1‑2 hari).

Dengan tiga cara ini, warga Denpasar dapat mengolah sampah organik secara mandiri di rumah. Pembuatan eco enzyme menyediakan pupuk cair yang berguna untuk kebun atau tanaman hias. Biopori membantu mengurai sampah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Sementara pakan ternak mengurangi limbah dapur dan menekan biaya pakan. Semua metode ini memanfaatkan bahan yang sudah tersedia di rumah, sehingga tidak memerlukan investasi besar dan dapat langsung diterapkan oleh siapa saja.

sampah organikDenpasareco enzymebioporipakan ternakTPA Suwungdaur ulang rumah tangga

Komentar

Memuat komentar...