Depok Gelar Festival Lebaran 2026, Fokus Pendidikan Budaya
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Bagi para pengunjung yang belum memutuskan rencana akhir pekan ini, Depok menyiapkan festival pariwisata dan budaya tahunan Lebaran Depok 2026. Acara yang berlangsung dari 5 Mei 2026 hingga 9 Mei 2026 menampilkan tradisi Betawi kuno sekaligus merayakan keragaman budaya di seluruh nusantara.
Ketua Panitia Penyelenggara Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengenakan pangsi merah, peci, dan kacamata hitam saat berbicara kepada wartawan pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah pendidikan budaya. “Kekhasan kita itu, bahwa kita menampilkan, menginformasikan secara edukasi terkait tradisi. Jadi kita sampaikan nih kepada masyarakat bahwa ini adalah edukasi yang harus kita sampaikan kepada anak-anak muda,” ujar Hamzah.
Hari ini, pusat keramaian berada di Alun‑Alun Timur GDC, Jl. Boulevard Grand Depok City. Mulai pukul 06.30 hingga 22.00 WIB, warga diajak melihat langsung ritual “Nyuci Perabotan”. Hamzah, yang juga menjabat sebagai ketua komisi B DPRD Depok, menjelaskan filosofi tradisi tersebut. “Orang‑orang Depok itu kalau menghadapi tamu agung yaitu bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, itu perabotannya dibersihin. Bukan hanya membersihkan hati, tapi juga membersihkan semua perabotan‑perabotan rumahnya,” katanya.
Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun‑Alun Kota Depok. Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Selain mendapatkan wawasan tentang tradisi lokal, pengunjung juga menikmati rangkaian acara hiburan yang meriah. Pertunjukan Gambang Kromong oleh Mak Iin, Tari Saman, Tari Jaipong, serta festival musik band yang semarak menjadi sorotan utama.
Berbagai lomba interaktif diadakan, antara lain Lomba Nganam Ketupat, Lomba Numbuk Uli, Lomba Mewarnai, serta area khusus untuk Bazaar UMKM sebanyak 200. Kegiatan “Ngubek Empang” dan “Ngaduk Dodol” berlangsung secara bersamaan di tiga kecamatan: Tapos, Cipayung, dan Sawangan, menarik ribuan warga setempat.
Untuk yang mencari petualangan unik, festival ini secara resmi dimulai pada Selasa, 5 Mei. Pada Kamis, 7 Mei, warga Depok akan merayakan estetika tahun 1970‑an dengan mengenakan celana cutbray di acara Baju Jadulan. Tradisi “Potong Andilan Kebo” akan dihidupkan kembali. Politikus Gerindra menjelaskan bahwa tradisi ini berasal dari Arisan Andilan, yang secara historis individu menyisihkan sejumlah kecil rupiah sepanjang tahun untuk secara kolektif membeli dan menikmati daging kerbau selama hari raya.
Jumat, 8 Mei, suasana meriah malam sebelum Idul Fitri akan terasa dengan Pasar Penghabisan dan Kue Maleman, sebuah pasar loak simulasi yang menawarkan beragam barang dengan harga sangat murah. Puncak perayaan Idul Fitri di Depok terjadi pada Sabtu, 9 Mei. Acara ini dihidupkan tidak hanya oleh pertunjukan langsung “Lennong Nyedengin Baju” yang dipersembahkan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, tetapi juga oleh tradisi kaya “Nyorok.”
Parade Nyorok menjadi simbol toleransi yang signifikan, menampilkan kelompok etnis yang beragam di Depok saat mereka mempersembahkan hidangan khas daerah mereka mulai dari masakan Padang hingga hidangan lezat Kalimantan kepada pejabat kota. Tema besar Lebaran Depok tahun ini adalah “Depok Rumah Kita”. “Mau siapapun etnis suku bangsanya, dia harus ngakuin dia tinggal di Depok, ber‑KTP Depok, domisili Depok, maka Depok adalah rumah dia sendiri,” kata Hamzah.
Untuk menegaskan perpaduan etnis tersebut, panggung penutupan pada tanggal 9 Mei akan menyuguhkan kesenian dari penjuru Nusantara, bukan sekadar budaya Betawi. Hamzah memberi bocoran acara puncak: “Tahun ini ada Reog, Barongsai, ada Bali. Tahun lalu tidak ada Tari Kecak, sekarang kita bikin Tari Kecak pada tanggal 9 Mei. Ada Ogoh‑ogoh juga,” ujarnya.
Festival Lebaran Depok 2026 menawarkan pengalaman yang kaya akan tradisi, seni, dan kebersamaan. Para pengunjung dapat merasakan kehangatan budaya Betawi, sekaligus menikmati keanekaragaman budaya Indonesia yang dihadirkan dalam satu acara. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendidikan budaya bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memahami dan melestarikan warisan leluhur.
Dengan berbagai aktivitas mulai dari ritual membersihkan perabotan, lomba kreatif, pertunjukan musik, hingga parade Nyorok, festival ini menonjolkan semangat kebersamaan dan toleransi. Warga Depok, baik yang beretnis maupun tidak, dapat merasakan bahwa kota ini memang menjadi rumah bagi semua orang.
Kesempatan ini menjadi ajakan bagi para traveler untuk mengunjungi Depok akhir pekan ini, menikmati keunikan tradisi jadul dan meramaikan perayaan lintas etnis yang penuh warna. Lebaran Depok 2026 menegaskan bahwa di balik setiap perayaan, ada nilai kebersamaan dan pendidikan yang dapat memperkaya jiwa masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebun Binatang Siapkan Lumpur dan Es Krim untuk Satwa Saat Panas
Ramalan Moo Deng Meleset, Prancis Tersingkir
Pantai Blue Lagoon Tetap Ramai Meski Viral Pengusiran
Allo PayLater Diskon 20% Tiket Hiburan Keluarga
UNESCO Tetapkan 14 Cagar Biosfer Baru 2026, 4 di Asia
Trans Hotel Jakarta Resmi Dibuka di Cibubur
Berita Terbaru
Rusun Kiaracondong Dibangun Pakai Dana CSR, Bukan APBN
Spanyol Hajar Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia 2026
Kapolda Babel Perintahkan Razia BBM Subsidi
Koperasi Melawai Raup Untung Rp78 Ribu dari Modal Rp3 Miliar
Pohon Keropos di Bandung Bikin Warga Resah
Siswi SMK Klaten Ditemukan di Kos Kakaknya
Inggris Vs Argentina: Duel Penuh Sejarah di Semifinal Piala Dunia 2026