Koperasi Melawai Raup Untung Rp78 Ribu dari Modal Rp3 Miliar

Ayu W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Koperasi Melawai Raup Untung Rp78 Ribu dari Modal Rp3 Miliar

Gambar atau konten salah?

Menteri Koperasi Ferry Juliantono angkat bicara soal Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Koperasi itu hanya meraup untung Rp 78 ribu selama enam bulan beroperasi. Padahal, modal yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 3 miliar.

Ferry menjelaskan, Koperasi Melawai didirikan secara mandiri oleh pengurusnya. Bukan bagian dari program yang dirancang langsung oleh kementerian.

"Kemudian yang di Melawai mungkin tadi yang disampaikan tadi. Jadi ada beberapa teman-teman dari anggota Komisi 6 tadi yang menyampaikan juga ramai. Contoh kasus yang pendapatannya cuma berapa? Rp 78.000 itu. Itu memang koperasi kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus," ujar Ferry dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Ferry, selama ini Kementerian Koperasi fokus pada pembangunan gudang, gerai, alat, dan kelengkapannya di desa-desa. Luas tanahnya pun sudah ditentukan. Di sisi lain, ia mengakui belum ada model bisnis khusus untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

"Memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa," beber Ferry.

Ferry memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan merancang model bisnis khusus untuk Koperasi Kelurahan di kota-kota besar. Sebab, model bisnis antara Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih memang berbeda.

"Jadi dalam waktu dekat lah pokoknya yang di Melawai yang ini kita beresin dan kita akan bikin model bisnis dan feasibility study tadi untuk kelurahan-kelurahan yang khusus khas untuk kota-kota besar," tutur Ferry.

Anggota DPR Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, ikut menyoroti kasus ini. Ia menyebut keuntungan bersih Rp 78 ribu selama enam bulan sangat kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan modal Rp 3 miliar.

"Sedang heboh hari ini kita tahu bahwa salah satu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untung bersihnya Rp 78 ribu, bayangkan modal Rp 3 miliar untung bersihnya Rp 78 ribu, hanya 0,00026% dari Rp 3 miliar. Itu bukan untung per hari pas kami baca detail untung enam bulan selama dia berdiri," ujar Mufti.

Keuntungan minim ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan kelangsungan usaha koperasi tersebut.

"Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta, hanya meraup keuntungan Rp 78 ribu selama beroperasi," tulis akun @kari****.

"Kopdes di Melawai laba bersih Rp 78 ribu selama 6 bulan. Emang ada guys? Orang buka warung terus gak nyari untung," tulis akun @bo*****.

Kasus Koperasi Melawai ini menunjukkan tantangan besar dalam menjalankan usaha bersama di perkotaan. Biaya operasional dan sewa tempat yang tinggi bisa menjadi faktor utama. Model bisnis yang cocok untuk desa belum tentu berhasil di kota besar. Pemerintah kini harus segera mencari solusi agar koperasi di perkotaan bisa berjalan efisien dan menguntungkan.

Koperasi Merah PutihKeuntungan Rp78 RibuModal Rp3 MiliarModel Bisnis PerkotaanKoperasi KelurahanFeasibility StudyTantangan Usaha

Komentar

Memuat komentar...