Dewi Mariya Ulfa: Konflik Silat di Kediri Perlu Diwaspadai
Gambar atau konten salah?
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengungkapkan keprihatinannya tentang potensi gesekan antaroknum perguruan silat saat menghadiri kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Kediri, Rabu (22 April 2026). Ia berbicara langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur, Toar R.E. Mangaribi.
Dewi menegaskan bahwa secara umum hubungan antarumat beragama di Kediri terbilang kondusif. Namun ia tidak menampik bahwa ego oknum antarperguruan silat masih menjadi potensi pemicu konflik sosial yang perlu diwaspadai.
“PR‑nya ya memang ada oknum perguruan. Kadang egosentrisnya agak tinggi, tapi alhamdulillah saat ini sudah kondusif karena sudah dikumpulkan dan dilakukan pendekatan,” kata Dewi Mariya Ulfa, Rabu (22/4/2026).
Ia menilai bahwa konflik besar yang kerap terjadi di masyarakat acapkali bermula dari percikan‑percikan kecil yang disulut oleh kurangnya sikap saling menghargai antar sesama. “Kadang konflik itu terjadi karena percikan‑percikan kecil, ada hal yang kurang menghargai sesama dalam hal kecil yang akhirnya menjadi besar,” katanya.
Dewi berharap forum penguatan HAM ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan benar-benar mampu mengakar dan memperkuat budaya toleransi di tengah masyarakat Kediri. “Kita harus bisa saling menghargai, tidak merendahkan dan tidak merasa paling bagus,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Toar R.E. Mangaribi menegaskan bahwa penguatan HAM di daerah merupakan langkah preventif agar bibit‑bibit konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan sulit dikendalikan. “Daripada memadamkan kebakaran, lebih baik kita mencegah dulu. Maka itu kita melakukan sosialisasi,” ujar Toar.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Kediri ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas penguatan HAM di Jawa Timur pada 2026. Pendekatan yang digunakan pun kini lebih menekankan penguatan nilai kemanusiaan, penghormatan, serta perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk diskriminasi.
“Mungkin nanti dengan adanya penguatan ini akan mengubah cara berpikir, mindset, seperti apa kita mengampanyekan tentang hak asasi manusia,” pungkas Toar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri agar lebih mengedepankan dialog dan toleransi dalam menyelesaikan setiap perbedaan.
Dengan fokus pada pencegahan konflik dan penguatan nilai kemanusiaan, Kediri berupaya menjaga ketertiban sosial sambil memperkuat hak asasi manusia bagi semua warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun