Diabetes Dapat Dikelola Tanpa Obat lewat Gaya Hidup

Mira T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Diabetes Dapat Dikelola Tanpa Obat lewat Gaya Hidup

Gambar atau konten salah?

Prof. Em Yunir, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), menegaskan pada 17 April 2026 bahwa diabetes masih dianggap penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. “Pasien yang sudah terdiagnosis umumnya tidak bisa benar-benar bebas dari diabetes,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, penyebab utama diabetes bermula dari proses inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Salah satu pemicu utamanya adalah penumpukan lemak berlebih, khususnya di area perut. Kondisi ini memicu resistensi insulin, yaitu ketika hormon insulin tidak lagi bekerja optimal dalam mengatur kadar gula darah. Akibatnya, tubuh kesulitan mengolah gula dari makanan. Jika asupan kalori berlebih, misalnya kebutuhan 1.500 kalori tetapi konsumsi mencapai 2.000 kalori, kelebihan tersebut akan berdampak pada peningkatan kadar gula darah.

Meski belum bisa disembuhkan, Prof. Yunir menyebut kondisi diabetes bisa “membaik” atau terkontrol, bahkan tanpa obat, jika pasien disiplin menjalani perubahan gaya hidup. “Sejauh ini kuncinya adalah memperbaiki inflamasi melalui penurunan berat badan dan pengurangan lemak tubuh. Dengan begitu resistensi insulin bisa menurun,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sebuah program penelitian di Thailand, di mana pasien diabetes mengikuti program intensif seperti kamp kesehatan. Peserta menjalani diet ketat dengan pengaturan kalori serta olahraga rutin. Hasilnya, dalam waktu sekitar tiga bulan, kadar gula darah bisa kembali normal dan penggunaan obat dihentikan, tentu dengan pengawasan medis.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut bukan berarti sembuh total. Jika pasien kembali ke pola hidup lama, kadar gula darah berisiko naik lagi. “Diabetes bisa terkontrol tanpa obat dalam jangka panjang, tapi syaratnya perubahan gaya hidup harus konsisten,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur klaim penyembuhan instan. Diabetes tetap membutuhkan pengelolaan jangka panjang, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan, pola makan sehat, dan aktivitas fisik. Selain pengobatan, pencegahan juga menjadi kunci. Edukasi mengenai faktor risiko, pemeriksaan rutin, serta deteksi dini dinilai penting untuk menekan angka kasus dan komplikasi.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menambahkan tren diabetes di Indonesia terus meningkat dan berdampak pada pembiayaan kesehatan. Berdasarkan data BPJS, kasus diabetes mellitus naik sekitar 40 persen. Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat ini, baru sekitar 10 persen masyarakat yang rutin melakukan cek kesehatan.

Dengan fakta ini, penting bagi setiap individu untuk memantau kesehatan secara rutin dan menyesuaikan pola hidup agar risiko diabetes dapat diminimalisir. Pengelolaan yang konsisten, didukung oleh edukasi dan pemeriksaan berkala, menjadi langkah awal yang realistis untuk menurunkan angka kasus dan komplikasi yang terkait.

DiabetesInflamasiResistensi insulinPenurunan berat badanProgram intensifPemeriksaan rutinBPJS

Komentar

Memuat komentar...