DPRD Bogor Dukung CKG SMART, Cek Kesehatan Gratis untuk Semua

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
DPRD Bogor Dukung CKG SMART, Cek Kesehatan Gratis untuk Semua

Gambar atau konten salah?

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor (DPRD) mengumumkan dukungan penuh terhadap peluncuran program inovasi CKG SMART (Cek Kesehatan Gratis) yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama Pemerintah Kota. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menyediakan layanan deteksi dini kesehatan masyarakat yang mudah, cepat, tepat sasaran, dan terintegrasi secara digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasinya secara langsung di rapat koordinasi Satgas CKG yang berlangsung di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Ia menegaskan, “DPRD Kota Bogor sangat mengapresiasi langkah dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan sistem ini bisa menjadi database bersama bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan preventif lanjutan.”

Adityawarman juga menekankan pentingnya program bergerak atau senam bersama di lingkungan dinas, instansi pemerintahan, dan sekolah. “Semoga program ini dapat mendorong warga Kota Bogor menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengungkapkan capaian program cek kesehatan gratis pada tahun 2025, yang berhasil mencapai angka 49,2 %, menjadi pencapaian tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Pada paruh semester pertama tahun 2026, realisasinya sudah menyentuh 21 % masyarakat.

Dedie menjelaskan bahwa inovasi CKG SMART bertujuan agar program tidak hanya tinggi kuantitasnya, tetapi juga cerdas dan terhubung langsung dengan sistem data digital. Rekam medis hasil pemeriksaan akan disambungkan langsung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga. “Menjadi dasar kebijakan. Data tersebut akan dijadikan bahan atau landasan bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menentukan arah kebijakan di bidang kesehatan agar lebih tepat sasaran. Semakin banyak dan lengkap masyarakat yang memeriksakan kesehatannya, maka basis data kita akan semakin komplit,” kata Dedie.

Selama rapat koordinasi, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara pihak kecamatan dengan para kepala puskesmas di Kota Bogor. Pemerintah Kota berkomitmen mempercepat capaian pemeriksaan melalui aksi jemput bola ke berbagai sektor. “Petugas kesehatan nantinya akan mendatangi langsung sekolah, rumah warga, posyandu, kampus, kantor-kantor, hingga pondok pesantren dan majelis taklim,” jelas Dedie.

Meski terintegrasi secara digital, Dedie menegaskan bahwa kerahasiaan data rekam medis pribadi warga akan tetap dijaga ketat. Pemerintah hanya memanfaatkan data agregat untuk merumuskan kebijakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa program prioritas jaminan kesehatan gratis ini telah berjalan sejak tahun 2025 di 25 puskesmas se-Kota Bogor. Meskipun mencatatkan rapor hijau di tingkat Jawa Barat, Erna mengakui masih terdapat disparitas atau kesenjangan pencapaian antar kelompok umur dan antar puskesmas.

Oleh karena itu, melalui integrasi CKG SMART, koordinasi lintas sektor akan diperkuat dengan memetakan peran yang jelas dari masing-masing satuan tugas (satgas). Sebagai tahap awal implementasi prioritas, langkah-langkah operasional terdekat akan segera diterapkan di enam puskesmas percontohan di Kota Bogor sebelum nantinya diaplikasikan secara menyeluruh.

Program ini menandai langkah konkret pemerintah kota dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan digital dan kolaboratif. Dengan data yang terintegrasi, kebijakan kesehatan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, sementara upaya preventif dapat disebarkan lebih luas melalui aksi jemput bola ke berbagai komunitas.

Program CKG SMARTDPRD Kota BogorSPBEData kesehatan digitalPuskesmasAksi jemput bolaKebijakan kesehatan berbasis data

Komentar

Memuat komentar...