Dua Gajah Bangkai Ditemukan di Hutan Produksi Air Teramang

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Dua Gajah Bangkai Ditemukan di Hutan Produksi Air Teramang

Gambar atau konten salah?

Dua ekor gajah ditemukan menjadi bangkai di kawasan hutan produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Kawasan hutan produksi Air Teramang adalah area konsesi milik PT Bentara Agra Timber (BAT).

Kasus ini menegaskan pentingnya perlindungan satwa liar, khususnya gajah Sumatera yang populasinya semakin terancam.

Pada Kamis 30 April 2026, dua bangkai gajah ditemukan di area konsesi tersebut. Gajah tersebut terdiri dari satu induk dan satu anakan, sementara jenis kelamin anak gajah belum dapat dipastikan.

Tim gabungan, terdiri dari kepolisian, tenaga medis hewan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dan dinas kehutanan, langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal di lokasi.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah investigasi di lapangan bersama jajaran Polres Mukomuko dan Polsek setempat. "Kami dari Polda Bengkulu, atas arahan dan petunjuk Pak Kapolda bersama Polres Mukomuko dan Polsek Sungai Rumbai telah melakukan olah TKP, yang juga didampingi oleh dokter dan pihak BKSDA serta juga hadir Dinas Kehutanan, untuk melakukan penyelidikan atas kematian dua ekor gajah," kata Mirza, Sabtu (2 Mei 2026).

Mirza menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mengungkap penyebab kematian dua gajah tersebut. Dalam proses pemeriksaan, tim dokter hewan telah melakukan nekropsi atau pembedahan bangkai secara sistematis. "Petugas telah mengambil beberapa sampel untuk mengetahui penyebab kematian gajah," jelas Mirza.

Namun hingga saat ini, hasil pasti penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil uji laboratorium. "Untuk hasil penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut karena masih menunggu hasil periksaan laboratorium. Karena ada berapa sampel tadi yang diambil oleh dokter dan dibawa untuk diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kematian 2 ekor gajah ini," beber Mirza.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh kedua gajah tersebut. Meski begitu, kesimpulan tersebut masih bersifat sementara. "Untuk sementara belum ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tajam ataupun luka tembak namun ini masih sementara karena kita masih memastikan hasil laboratorium," ungkap Mirza.

Penyelidikan masih terus berjalan dengan menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar untuk mengetahui penyebab kematian dua ekor gajah ini.

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya pengawasan dan perlindungan satwa liar di wilayah hutan produksi, serta perlunya kerja sama lintas lembaga untuk mengungkap penyebab kematian hewan yang terancam punah.

gajahbangkaihutan produksi Air TeramangPT Bentara Agra TimberPolda Bengkulupenyelidikanlaboratoriumsatwa liar

Komentar

Memuat komentar...