Dua pabrik komponen otomotif Jepang di Jatim ancam pindah ke Vietnam, ribuan pekerja terancam PHK.

Ratna D. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Dua pabrik komponen otomotif Jepang di Jatim ancam pindah ke Vietnam, ribuan pekerja terancam PHK.

Gambar atau konten salah?

Penasihat Khusus Presiden untuk urusan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa ada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur yang berniat untuk pindah dari Indonesia. Jika rencana ini benar-benar terjadi, Said memperingatkan bahwa dampaknya bisa sangat besar—puluhan ribu pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan mereka.

Kedua pabrik tersebut, menurut Said, dimiliki oleh perusahaan Jepang. Pemiliknya tengah mengubah strategi bisnis untuk fokus pada produksi mobil listrik. Sebagai bagian dari perubahan ini, mereka berencana memindahkan seluruh lini produksi ke Vietnam.

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan. Saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual pada 21 Juni 2026.

Ia menjelaskan lebih lanjut: "Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Karena ini mobil, jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia."

Meskipun begitu, ketika ditanya soal identitas pabrik yang akan hengkang, Said enggan memberikan detail lebih jauh. Ia hanya bersedia menyebutkan inisial nama perusahaan, yaitu PT J dan PT S. Alasan Said, saat ini pihaknya bersama pemerintah masih dalam proses negosiasi dengan kedua perusahaan asal Jepang itu. Membuka nama perusahaan secara gamblang, menurutnya, bisa mengganggu jalannya perundingan yang masih berlangsung secara tertutup.

"Saya kasih inisial saja ya, inisial, nggak boleh sebut nama karena ini lagi negosiasi. Inisialnya, PT J dan PT S. PT J dan PT S ya. Jangan disebutkan (nama perusahaan) nanti berantakan negosiasinya. Kadang-kadang negosiasi secara silent itu penting di awal-awal ya, PT J dan PT S," ungkap Said Iqbal.

Informasi yang ia kumpulkan dari kalangan serikat buruh menunjukkan bahwa perusahaan induk dari dua pabrik tersebut menilai pengembangan mobil listrik di Vietnam jauh lebih produktif. Dibandingkan dengan Indonesia, kata Said, iklim pengembangan mobil listrik di Vietnam dinilai lebih kompetitif. Kebijakan pemerintah Vietnam yang mendukung pembangunan pabrik mobil listrik menjadi daya tarik utama.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena PHK)," terang Said Iqbal.

Di luar pernyataan itu, Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku sudah meminta FSPMI—serikat pekerja di bawah naungannya—untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan. Tujuannya, agar hak-hak para pekerja tetap terlindungi meskipun proses relokasi pabrik berjalan.

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Said akan memberikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi ini. Menurutnya, akar masalah dari kasus ini terletak pada kebijakan kendaraan listrik yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Kebijakan yang ada saat ini dinilai belum cukup kompetitif untuk menarik investasi pabrik mobil listrik di Indonesia.

Konteks singkat: Rencana relokasi dua pabrik komponen otomotif asal Jepang ini menyoroti perbedaan daya tarik investasi antara Indonesia dan Vietnam di sektor kendaraan listrik. Vietnam memiliki kebijakan yang lebih terarah untuk mengembangkan industri mobil listrik, sementara Indonesia dinilai belum mencapai tingkat kompetitif yang sama. Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh ribuan pekerja di Pasuruan dan Mojokerto jika negosiasi antara pemerintah dan perusahaan tidak membuahkan hasil yang melindungi kepentingan tenaga kerja lokal.

relokasi pabrikotomotifJepangmobil listrikVietnamPHKJawa Timur

Komentar

Memuat komentar...