Dzikir Pagi: Rutinitas Sederhana Menenangkan Hati dan Pikiran
Gambar atau konten salah?
Bandung – Bagi muslim yang ingin memulai hari dengan penuh keberkahan, dzikir pagi menjadi bekal penting sebelum memulai aktivitas. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan penguat hati dan penjaga diri dari berbagai gangguan.
Dzikir pagi dipandang oleh Ibnul Qayyim sebagai baju besi. Semakin kuat dan tebal perlindungan itu, semakin kecil kemungkinan seseorang tersentuh bahaya. Bahkan perlindungan tersebut dapat menahan dan memantulkan serangan, sehingga berbalik kepada pihak yang melepaskannya.
Dzikir pagi adalah amalan menyebut nama dan memuji Allah SWT di waktu awal hari yang sangat dianjurkan. Amalan ini disyariatkan oleh Allah subhanallahu wa ta'ala.
Allah memerintahkan dzikir pagi dan petang dalam QS. Al‑Insan 25: واذكر اسم ربك بكرة وأصيلا “Dan sebutlah nama Tuhanmu (berdzikir) pada waktu pagi dan petang.”
Allah juga mengingatkan di QS. Al‑Ahzab 41‑42: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ... “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
Dikutip dari konsultasisyariah, ada banyak dalil sunnah Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam tentang perintah dzikir pagi. Salah satunya riwayat Abu Daud dan At‑Tirmidzi:
“Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhu beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Jika seorang hamba berkata pada setiap waktu pagi dan sore harinya “Bismilahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wala fis sama'I wa Huwas Sami'ul 'Alim” sebanyak 3 kali, maka tidak ada satupun yang bisa membahayakan dirinya.” (Syarah Riyadhus Shalihin 5/544).
Manfaat dzikir pagi meliputi mengingat nikmat Allah, memohon ampunan, memohon kesehatan, menghindarkan azab kubur dan siksa api neraka, serta memohon perlindungan dari malapetaka di langit dan bumi.
Menurut buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustadz Abdul Wahhab, waktu membaca dzikir pagi dilakukan mulai setelah sholat Subuh hingga terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu Dhuha.
Berikut rangkuman bacaan dan faedah dzikir pagi dari buku Syaikh Abdullah bin Shalih Al‑Fauzan berjudul “Al‑Adzkar Ba'da Sholah Al‑Maktubah Ma'a Syarhiha” yang dinukil kembali oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, dan sebagian lagi diambil faidahnya dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.
Perlu dicatat, sebenarnya tidak ada dalil yang menegaskan urutan‑urutan di dalam dzikir pagi atau petang. Karena nash perintahnya pun di dalam hadits yang berbeda‑beda.
Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Sunnah dan Faidahnya
-
Taawudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Audzubillahi min ash-shaytani rajiim
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Faidah: Siapa yang membacanya di pagi hari maka ia akan dilindungi hingga petang (HR Al Hakim, dishahihkan Syaikh Al Albani).
-
Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ ما في السَّمَواتِ وما في الأرض ...
Latin: Allahu la ilaha illa Huwa al-hayyu al-qayyum, la ta'khudhuhu sinatun wa la na'um, lahum ma fis-samawati wa ma fil-ard, ...
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dilanda oleh rasa kantuk dan tidak pula oleh tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang berada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Al Baqarah: 255).
Faidah: Membaca ayat ini di pagi hari melindungi dari bahaya hingga petang.
-
Surat Al‑Ikhlas, Al‑Falaq, dan An‑Nas (Baca 3x)
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ …
Latin: Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahū kufuwan aḥad
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1‑4).
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ …
Latin: Qul a'udz birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā wqā ...
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq 1‑5).
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ …
Latin: Qul a'udz birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās minal-jinnati wan-nās
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas 1‑6).
Faidah: Siapa yang mengucapkannya masing‑masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya (HR Abu Dawud).
-
Dzikir Pertama
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ …
Latin: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.
Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah semata yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini serta kejahatan kemudian. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan juga kejelekan di usia tua. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”
-
Dzikir Kedua
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا …
Latin: Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Artinya: “Ya Rabb, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup serta dengan kehendak-Mu (juga) kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
-
Membaca Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلَّا أَنْتَ …
Latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku juga aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, (tolong) ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Faidah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi maka ia termasuk penghuni surga (HR Bukhari no 6306).
-
Dzikir Ketiga (dibaca 4 kali)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ …
Latin: Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata 'arsyika wa malaa-ikatak wa jami'a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan 'abduka wa rosuuluk.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arsy-Mu, malaikat‑malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka (HR Abu Daud no 5069, hasan).
-
Dzikir Keempat
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ …
Latin: Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamin row'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhomatik an ughtala min tahtii.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia juga di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah).
Faidah: Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai gangguan yang datang dari berbagai arah.
-
Dzikir Kelima
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ …
Latin: Allahumma 'aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A'udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At‑Tirmidzi).
Faidah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallau 'alaihi wa sallam kepada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan beranjak tidur (HR Tirmidzi no 3392).
-
Dzikir Keenam (Baca 3x)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia‑lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Faidah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba‑tiba memudharatkannya (HR Dawud).
-
Dzikir Ketujuh
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ …
Latin: Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya'nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ainin Abadan.
Artinya: “Ya Rabb Yang Maha Hidup, Ya Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak membutuhkan hal lain), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (HR Hakim).
Faidah: Dzikir ini diajarkan Nabi shallahu 'alaihi wa sallam kepada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang (HR Ibnu As Sunni, dihasankan Syaikh Al Albani).
-
Dzikir Kedelapan
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ …
Latin: Ash-bahnaa 'ala fithrotil islaam wa 'alaa kalimatil ikhlaash, wa 'alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin.
Artinya: “Pada saat waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri pada jalan yang lurus, Muslim dan tidak termasuk kedalam orang‑orang musyrik.” (HR Ahmad).
-
Dzikir Kesembilan (Baca 100x)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhanallahi wabihamdih
Artinya: “Maha Suci Allah sembari memuji‑Nya.”
Faidah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat subhanalla wa bi hamdih di pagi dan petang hari sebanyak 100 kali, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu (HR Muslim no 2692).
-
Dzikir Kesepuluh
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ …
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir (10x atau 100x di waktu pagi hari).
Artinya: “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan serta segala pujian. Dialah (satu‑satunya) yang berkuasa atas segala sesuatu.”
Faidah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari. Siapa yang membacanya di petang hari, maka ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula (HR Abu Dawud).
-
Dzikir Kesebelas (Baca 3x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ …
Latin: Subhanallah wa bi-hamdih, 'adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih.
Artinya: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy‑Nya dan sebanyak tinta kalimat‑Nya.”
Faidah: Nabi shallahu 'alaihi wa sallam mengatakan pada Juawiriyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca Juawiriyah dari selepas Subuh sampai waktu Dhuha (HR Muslim no 2726).
-
Dzikir Kedua Belas
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا …
Latin: Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqon thoyyibaa, wa 'amalan mutaqobbalaa.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang bersih serta amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu As‑Sunni dan Ibnu Majah).
-
Istighfar (Baca 100x)
أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada‑Nya.”
Itulah bacaan dzikir pagi sesuai sunnah Rasulullah SAW yang dapat diamalkan setelah sholat Subuh hingga terbitnya matahari atau waktu Dhuha. Semoga bermanfaat.
Dzikir pagi, meski tampak sederhana, tetap menjadi jembatan spiritual bagi muslim yang ingin memulai hari dengan kesadaran akan kehadiran Allah. Melalui amalan ini, hati terjaga, pikiran terfokus, dan jiwa dibekali perlindungan serta keberkahan yang melimpah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Warga Cimahi Solusi Air Tanpa PDAM: Water Harvesting Berhasil
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Berita Terbaru
Bersihkan Karpet di Rumah dengan Cuka dan Baking Soda Efektif
1 Muharram 1448 H: Hari Libur Nasional 16 Juni 2026
Jalur Non Tes Rapor 2026 Unesa Buka Kembali, 1.800 Kuota
BI Rate 5,5%: Dampak Suku Bunga Kredit Kendaraan di Indonesia
Swiss Juara Grup B Piala Dunia 2026, Fair Play Menentukan
Kunjungan DPR ke Tol Ciawi‑Sukabumi, Seksi 3 81% Pembangunan
Cuaca 14 Juni: Sebagian Jawa Tengah Hujan Ringan, Cerah
Probiotik: Manfaat, Gula, Risiko Minuman Fermentasi
Usia Messi 38 Tahun Tidak Menghalangi Argentina 2026
