Edi Priyanto Terima PWI Jatim Award 2026 di Surabaya

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Edi Priyanto Terima PWI Jatim Award 2026 di Surabaya

Gambar atau konten salah?

Pada 16 April 2026, Surabaya menjadi panggung bagi Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jawa Timur. Acara ini digelar di Dyandra Convention Center dan menampilkan berbagai sesi penghargaan serta diskusi tentang peran media di era digital.

Salah satu momen penting adalah penyerahan PWI Jatim Award 2026 kepada Edi Priyanto. Penghargaan ini diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur sebagai pengakuan atas dedikasi Edi dalam menggerakkan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat.

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kontribusi nyata di berbagai bidang, sekaligus mendorong profesionalisme insan pers dan memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis pembangunan daerah.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Munir menyoroti tantangan dunia pers di era digital. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan akurasi berita, meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

Sementara itu, Emil Dardak menyebut peran pers tetap krusial di tengah derasnya arus informasi media sosial. “Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya pada 17 April 2026.

Edi Priyanto dikenal karena kiprahnya di bidang lingkungan. Ia tidak hanya menggagas ide, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata melalui pengembangan Kampung Edukasi Sampah. Program ini menjadi pusat pembelajaran lingkungan berbasis masyarakat yang melibatkan warga, pelajar, hingga berbagai institusi.

Setiap tahun, lebih dari 3.000 orang mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, hingga penerapan ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan.

Selain itu, kontribusinya juga diperkuat melalui karya literasi, seperti buku Lokal Hero, RT dan RW Sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat serta Transformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan.

Menanggapi penghargaan yang diterima, Edi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif. “Penghargaan ini milik bersama. Apa yang kami lakukan adalah gerakan kolektif, dari warga untuk warga. Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” kata Edi.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dalam menjaga keberlanjutan gerakan lingkungan. “Ketika masyarakat paham, mereka akan bergerak. Dan ketika sudah menjadi kebiasaan, perubahan itu akan bertahan,” tambahnya.

Selain penghargaan tokoh, PWI Jawa Timur juga memberikan Piala Prapanca kepada insan pers untuk kategori karya jurnalistik tulis dan foto. Piala ini menandai apresiasi terhadap kualitas karya media di wilayah Jawa Timur.

Momentum HPN 2026 ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga penegasan pentingnya kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong perubahan, termasuk dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

Acara ini menegaskan bahwa pengakuan atas kerja keras Edi Priyanto dan para profesional pers menandai sinergi antara media dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi landasan bagi upaya berkelanjutan dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas informasi publik.

Hari Pers NasionalPWI Jatim Award 2026Edi PriyantoKampung Edukasi Sampahkolaborasi pers dan pemerintahlingkungan berkelanjutanera digital

Komentar

Memuat komentar...