Fast Food Tampilkan Laporan Keuangan 2025, PZZA Balik Kerugian

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Fast Food Tampilkan Laporan Keuangan 2025, PZZA Balik Kerugian

Gambar atau konten salah?

Beberapa perusahaan restoran cepat saji di Indonesia mengumumkan laporan keuangan tahun 2025 melalui situs Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia. Empat emiten ini, yaitu PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), dan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dalam posisi keuangan mereka.

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengoperasikan jaringan KFC Indonesia. Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar, lebih kecil dibandingkan Rp 796,71 miliar pada tahun 2024. Pendapatan bersih tahun 2025 mencapai Rp 4,88 triliun, sedikit meningkat dari Rp 4,87 triliun tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp 1,99 triliun, membantu menekan kerugian. Total aset pada akhir 2025 berada di Rp 4,94 triliun, sementara liabilitas mencapai Rp 4,51 triliun dan ekuitas sebesar Rp 435,85 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2025, FAST mengoperasikan 690 gerai KFC, turun dari 715 gerai pada akhir 2024.

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), yang mengelola restoran cepat saji CFC, melaporkan penyusutan laba bersih pada tahun 2025. Laba yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham induk turun menjadi Rp 19,38 miliar, dibandingkan Rp 21,03 miliar pada tahun 2024. Namun pendapatan usaha meningkat menjadi Rp 703,26 miliar, didukung kuat oleh pendapatan CFC sebesar Rp 653,66 miliar. Beban pokok penjualan tercatat Rp 270,26 miliar, sehingga laba bruto mencapai Rp 433,94 miliar. Aset total pada akhir 2025 sebesar Rp 354,32 miliar, liabilitas Rp 170,09 miliar, dan ekuitas Rp 184,23 miliar.

PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang sebelumnya mengoperasikan gerai Texas Chicken kini beralih ke konsep NWS Chicken. Pada tahun 2025, CSMI mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 955,25 juta. Penjualan turun menjadi Rp 1,8 miliar dibandingkan Rp 1,9 miliar tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan tercatat Rp 726,54 juta, menghasilkan laba kotor Rp 1,10 miliar. Total aset pada akhir 2025 adalah Rp 44,5 miliar, liabilitas Rp 39,85 miliar, dan ekuitas Rp 4,66 miliar. Perusahaan mempekerjakan 24 karyawan kontrak.

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola Pizza Hut, menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp 24,75 miliar, setelah mengalami kerugian Rp 72,83 miliar pada tahun 2024. Pendapatan neto meningkat menjadi Rp 3,05 triliun, naik dari Rp 2,79 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan sedikit bertambah menjadi Rp 918,52 miliar, sehingga laba bruto mencapai Rp 2,13 triliun. Total aset pada akhir 2025 mencapai Rp 1,92 triliun, liabilitas Rp 894,62 miliar, dan ekuitas Rp 1,03 triliun. Pada tanggal 31 Desember 2025, PZZA mengoperasikan 575 gerai Pizza Hut di seluruh Indonesia, turun dari 591 gerai pada akhir 2024. Jumlah karyawan pada akhir Desember 2025 adalah 4.192, turun dari 4.467 pada akhir 2024.

Keempat emiten ini menunjukkan dinamika yang berbeda. FAST dan PTSP masih menghadapi kerugian, meskipun pendapatan tetap stabil. CSMI mengalami kerugian kecil namun penjualan menurun. PZZA berhasil membalikkan nasib dengan laba bersih positif. Perubahan jumlah gerai dan karyawan mencerminkan penyesuaian strategi operasional di tengah persaingan industri makanan cepat saji.

KFC IndonesiaCFCPizza Hutlaporan keuangan 2025kerugian bersihgerai restoran

Komentar

Memuat komentar...