Feby Febiola: Aktris Jadi Istri Biasa di Bali, Cari Ketenangan
Gambar atau konten salah?
Feby Febiola adalah aktris yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Pulau Dewata. Selama lebih dari satu dekade, ia memilih Bali sebagai tempat tinggal utama bersama suaminya, Franky Sihombing. Di sana, ia tidak lagi menonjol sebagai bintang sinetron, melainkan menjalani kehidupan biasa sebagai istri.
Di sebuah pertemuan di Kemang, Jakarta Selatan, pada 30 Maret 2026, Feby mengungkapkan pandangannya tentang kehidupan di Bali. Ia berkata, “Saya orang biasa aja di Bali, tidak sebagai seorang artis ataupun apa ya kayak selebriti gitu ya. Kehidupan seperti biasa, sebagai seorang istri dan mendampingi suami yang pastinya,” ujarnya.
Keputusan untuk menetap di Bali bukan tanpa alasan. Feby merasakan keterikatan batin yang kuat dengan lingkungan tersebut. Ia juga percaya bahwa pulau ini “memilih” orang yang tinggal di sana. “Sampai saat ini sih masih di Bali. Kenapa lebih enjoy di Bali ketimbang Jakarta mungkin... pertama karena, memang saya sudah sekitar 10 tahun di sana. Jadi katanya, ada yang bilang Pulau Bali itu memilih orang yang tinggal di sana gitu,” tambahnya.
Selama 10 tahun terakhir, kualitas hidupnya meningkat secara signifikan, meski jauh dari industri hiburan. Feby menekankan bahwa ketenangan yang ia rasakan tidak semata-mata berasal dari keindahan Bali, melainkan hasil proses pendewasaan diri dan pandangan hidupnya. Ia menyatakan, “Kalau saya belajar ketenangan itu sebetulnya kan bukan dari keadaan kita, tapi bagaimana kita bisa menyikapi kondisi sekitar saya gitu kan. Mungkin kalau sekarang, saya bilang saya tenang mungkin lebih ke faktor umur kali ya. Bukan kepada di mana saya berada gitu,” jelasnya.
Menurut Feby, kondisi hati lebih penting daripada tempat tinggal. Ia merasa berada di fase hidup yang berbeda dibandingkan masa keemasannya di dunia hiburan. “Karena, menurut saya ketenangan sekarang bukan harus di Bali atau di Jakarta, tapi dari hati,” pungkasnya.
Feby Febiola menunjukkan bahwa kehidupan sederhana di Bali, diiringi pemahaman diri, dapat membawa kedamaian yang lebih mendalam daripada kehidupan yang selalu bersinar di panggung. Kehidupan sehari-harinya di pulau ini mencerminkan nilai kedamaian, kebersamaan, dan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2026 Fokus ETLE Lalu Lintas
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Berita Terbaru
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
