Fikri 6 Tahun Bersekolah di Sumedang, Dukungan Penuh

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Fikri 6 Tahun Bersekolah di Sumedang, Dukungan Penuh

Gambar atau konten salah?

Fikri Ibrahim, seorang anak berusia enam tahun asal Sumedang, kini menatap masa depan dengan senyum yang lebih cerah. Sebelumnya menjadi viral karena memulung barang bekas di jalanan Jakarta, Fikri tidak lagi harus melakukan pekerjaan itu.

Senin, 30 Maret 2026, menandai hari pertama Fikri menuntut ilmu di Sekolah Rakyat. Di bangku pertama, ia tampak antusias. Langsung berbaur dengan teman-temannya, belajar mewarnai, dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Bahkan, dengan polos ia mengungkapkan cita‑cita menjadi seorang polisi.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, turut mengantar Fikri ke sekolah. Ia menyebut, “Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Dari kejadian ini, kita semua belajar bahwa negara harus hadir. Dan hari ini, kita bersama‑sama melihat hikmah itu.”

Dony mengapresiasi berbagai pihak yang membantu, mulai dari jajaran kepolisian di Jakarta dan Sumedang, Sekretariat Kabinet, PMI, hingga perangkat daerah yang bergerak cepat memberikan perhatian terhadap kondisi Fikri dan keluarganya. Penanganan yang dilakukan tidak setengah‑setengah. Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Polres Sumedang dan berbagai instansi terkait bergerak secara terpadu dan komprehensif. Hal itu dilakukan tak lain untuk menyelamatkan masa depan Fikri.

“Yang terpenting, masa depan Fikri harus kita pastikan. Hari ini kita antar dia masuk Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan yang digagas pemerintah pusat agar anak‑anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis,” kata Bupati.

Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo, menuturkan, “Fikri adalah sosok anak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga. Ia mulai memulung atas inisiatif sendiri demi membantu sang nenek.”

Sandityo menambahkan, “Fikri ini anak yang cerdas. Dia belum pernah mengenyam pendidikan sebelumnya, tapi sudah mulai kami ajarkan dasar‑dasar seperti mengenal warna. Perkembangannya cukup baik.”

Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita biasa. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan memulung sampah plastik demi menyambung hidup. Kondisi tersebut menarik perhatian aparat kepolisian yang kemudian memberikan bantuan dan memulangkannya ke Sumedang.

Kini harapan baru telah tumbuh. Dari kehidupan yang penuh keterbatasan, Fikri melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Pemerintah pun memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga keluarga tersebut benar‑benar mandiri.

Selain Fikri, adiknya, Naufal, juga mendapatkan perhatian dengan didaftarkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar hak pendidikan keduanya terpenuhi sejak dini. Bantuan lain juga mengalir, mulai dari pemberian kebutuhan pokok, pengurusan administrasi kependudukan, hingga jaminan akses layanan kesehatan melalui BPJS.

Tak hanya itu, bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga diberikan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Sang ibu pun mendapatkan bantuan modal usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Fikri kini menatap masa depan dengan harapan baru. Perjalanan hidupnya yang penuh tantangan menjadi contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat membuka pintu pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Fikri IbrahimSekolah RakyatSumedangKepolisianPMIBPJSBantuan Modal UsahaPendidikan Anak Usia Dini

Komentar

Memuat komentar...