Frugal Living Jadi Pilihan Generasi Muda: Hemat & Disiplin
Gambar atau konten salah?
Frugal living menjadi topik hangat di kalangan anak muda Indonesia, bahkan di luar negeri. Gaya hidup ini muncul di media sosial lewat konten tentang berhemat dan pengelolaan uang. Salah satu influencer yang dikenal karena gaya hidup frugalnya, Samuel Ray, semakin banyak diikuti. Konsep ini dianggap membantu seseorang lebih sadar dalam mengatur pengeluaran dan menghindari konsumsi berlebihan.
Selain frugal living, conscious buying kini populer di media sosial. Konsep ini menekankan pembelian barang secara sadar dan sesuai kebutuhan. Banyak yang menganggap gaya hidup ini mirip minimalisme karena keduanya menghindari konsumsi berlebihan.
Frugal living sering disalahartikan sebagai hidup pelit atau menahan diri terlalu keras. Padahal, konsep ini lebih menekankan pengelolaan uang secara bijak dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu demi kesenangan sesaat.
Dalam jurnal Lifestyle of the Tight and Frugal yang ditulis oleh James L. Lastovicka dan rekan-rekannya, frugality atau hidup frugal dijelaskan sebagai gaya hidup seseorang yang mampu menahan diri dalam membeli barang dan menggunakan sumber daya secara cermat.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa hidup frugal bukan sekadar menahan diri untuk tidak belanja. Ada tujuan jangka panjang yang biasanya ditargetkan, seperti keleluasaan finansial. “Frugalitas bukan sekadar hidup kekurangan, tetapi bentuk pengorbanan jangka pendek dalam membeli dan menggunakan barang konsumsi demi mencapai tujuan jangka panjang,” tulis jurnal tersebut.
Artinya, hidup frugal bukan bentuk penyiksaan diri atau hidup serba kekurangan. Melainkan kesediaan menahan keinginan sesaat demi kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.
Dalam jurnal itu juga dijelaskan bahwa orang yang hidup frugal biasanya membeli lebih sedikit, menggunakan barang secara lebih kreatif, serta menghindari pemborosan. Mereka juga cenderung tidak mudah terpengaruh tren maupun tekanan sosial untuk terus membeli barang baru.
Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa hidup frugal berbeda dengan sekadar pelit. Orang yang menjalani hidup frugal justru dinilai memiliki disiplin tinggi, mampu mengatur prioritas, dan memahami nilai dari setiap pengeluaran.
Selain soal uang, hidup frugal juga dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa kebahagiaan seseorang tidak hanya berasal dari banyaknya barang yang dimiliki, melainkan juga dari hubungan keluarga, waktu luang, hingga perkembangan diri. “Ketika orang yang hidup frugal mampu menghindari siklus bekerja dan berhutang untuk membeli lebih banyak barang, mereka akan punya lebih banyak waktu untuk keluarga, anak, teman, dan pengembangan diri,” tulis penelitian tersebut.
Konsep ini kemudian berkembang luas di tengah generasi muda karena dianggap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Harga kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat banyak orang mulai lebih berhati-hati sebelum membeli sesuatu.
Berikut contoh penerapan frugal living dalam kehidupan sehari‑hari bagi sebagian orang. Meskipun tidak asing, orang yang menerapkannya melakukannya secara konsisten.
- Memanfaatkan barang yang ada
Orang yang menjalani hidup frugal biasanya tidak mudah tergoda membeli barang hanya demi mengikuti tren atau mencari kepuasan sesaat. Sebelum membeli sesuatu, mereka cenderung mempertimbangkan fungsi, kualitas, hingga harga dengan matang. Mereka juga terbiasa membandingkan produk, mencari promo, atau membeli barang berkualitas saat diskon besar. Banyak pelaku frugal living tetap membeli barang branded atau berkualitas tinggi, tetapi dilakukan secara terencana dan disesuaikan kebutuhan. - Memilih tempat liburan murah atau gratis
Gaya hidup frugal juga terlihat dari cara seseorang menikmati hiburan. Alih‑alih selalu pergi ke tempat wisata mahal atau mengikuti tren liburan mewah, mereka biasanya mencari alternatif hiburan yang lebih terjangkau. Contohnya memanfaatkan taman kota, ruang publik gratis, atau tempat wisata lokal yang tidak membutuhkan biaya besar. Untuk keluarga yang memiliki anak, pilihan bermain di taman kota sering dianggap lebih hemat dibanding menghabiskan ratusan ribu rupiah di playground dalam mal. - Bawa bekal dari rumah
Kebiasaan membawa bekal juga menjadi contoh hidup frugal yang banyak diterapkan pekerja muda. Dengan membawa makanan dari rumah, pengeluaran harian bisa ditekan cukup signifikan. Selain lebih hemat, membawa bekal juga membuat seseorang lebih mudah mengontrol kualitas makanan yang dikonsumsi. Tidak heran jika kini banyak konten meal prep atau persiapan bekal mingguan yang populer di media sosial. - Membuat kopi sendiri
Budaya nongkrong di coffee shop kini sudah menjadi bagian gaya hidup anak muda perkotaan. Namun, harga kopi rata‑rata mencapai Rp25 ribuan per gelas membuat pengeluaran bulanan bisa membengkak tanpa disadari. Karena itu, banyak pelaku frugal living memilih membuat kopi sendiri di rumah. Berbagai resep es kopi susu sederhana kini mudah ditemukan di internet dan media sosial. - Memanfaatkan fasilitas publik
Frugal living juga berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas publik. Misalnya menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi untuk mengurangi biaya bensin dan parkir. Selain itu, sebagian orang memilih bekerja atau membaca di perpustakaan umum gratis dibanding terus‑menerus pergi ke kafe. Kebiasaan seperti ini dianggap membantu menekan pengeluaran kecil yang sering kali tidak terasa tetapi cukup besar jika dikumpulkan dalam sebulan.
Keuntungan utama dari hidup frugal tentu terasa secara finansial. Tetapi ternyata, ada keuntungan lainnya yang bisa dirasakan jika menerapkan frugal living.
- Lebih mandiri
Hidup frugal mendorong seseorang menjadi lebih mandiri. Banyak hal yang sebelumnya sering diandalkan kepada orang lain mulai dikerjakan sendiri untuk menghemat biaya. Contohnya memasak sendiri, membersihkan rumah, atau memperbaiki barang sederhana tanpa harus selalu menggunakan jasa orang lain. Kebiasaan ini membuat seseorang lebih menghargai proses dan hasil yang diperoleh. - Disiplin
Menjalani hidup frugal membutuhkan kemampuan menahan diri dan mengatur prioritas. Seseorang belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan menunda kepuasan sesaat ini lama‑kelamaan membentuk disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya soal uang, tetapi juga gaya hidup sehari‑hari. - Rasa percaya diri
Di tengah budaya konsumtif dan tekanan sosial untuk selalu tampil mengikuti tren, hidup frugal justru membuat seseorang lebih percaya diri mengatakan “tidak”. Mereka tidak lagi merasa harus membeli sesuatu demi validasi sosial. - Kreativitas
Hidup hemat juga mendorong seseorang menjadi lebih kreatif dalam mencari solusi. Banyak orang mulai belajar memasak sendiri, memperbaiki barang, hingga memanfaatkan barang lama menjadi sesuatu yang baru. - Lebih menghargai sesuatu
Ketika seseorang tidak lagi membeli barang secara impulsif, mereka cenderung lebih menghargai apa yang dimiliki. Barang yang dibeli biasanya benar-benar dipilih dengan pertimbangan matang sehingga terasa lebih bermakna dan digunakan lebih lama.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemula untuk mulai menerapkan gaya hidup frugal.
- Mulai secara bertahap
Perubahan gaya hidup tidak perlu dilakukan secara ekstrem. Mengurangi pengeluaran secara mendadak justru bisa membuat seseorang merasa tertekan dan sulit konsisten. Oleh karenanya, detikers bisa memulai perlahan dengan mengurangi pengeluaran kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. - Pahami tujuan finansial
Menabung tanpa tujuan seringkali membuat seseorang mudah kehilangan motivasi. Karena itu, penting memahami alasan mengapa ingin hidup lebih hemat. Tujuannya bisa beragam. Mulai dari menyiapkan dana pensiun, membeli rumah, membangun bisnis, hingga memiliki dana darurat. - Diskusikan dengan pasangan atau keluarga
Bagi yang sudah berkeluarga, gaya hidup frugal sebaiknya dijalani bersama-sama supaya lebih mudah diterapkan. Komunikasi soal tujuan keuangan dan pengeluaran rumah tangga penting dilakukan agar setiap anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama. - Tetap nikmati hidup
Frugal living bukan berarti tidak boleh bersenang‑senang sama sekali. Seseorang tetap bisa menikmati hiburan atau membeli sesuatu yang disukai selama masih sesuai kemampuan finansial. Kuncinya adalah paham prioritas dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, dan hiburan. - Jangan terlalu terobsesi budget
Mencatat pengeluaran memang penting, tetapi hidup frugal tidak harus membuat seseorang stres menghitung setiap rupiah yang keluar. Agar lebih simpel, detikers bisa coba menyisihkan tabungan di awal, lalu menggunakan sisa uang secara bijak untuk kebutuhan sehari‑hari.
Dengan mengikuti langkah‑langkah di atas, banyak orang dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup frugal tanpa merasa terbebani. Gaya hidup ini tidak menuntut pengorbanan ekstrem, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten. Seiring waktu, kebiasaan tersebut dapat membawa perubahan positif dalam keuangan dan kualitas hidup.
Gaya hidup frugal, yang pada dasarnya adalah pengelolaan uang yang bijak, telah menjadi pilihan bagi banyak generasi muda. Dengan memahami tujuan, melakukan perubahan bertahap, dan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan hiburan, seseorang dapat meraih kebebasan finansial dan waktu yang lebih berharga untuk keluarga serta pengembangan diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Garasi di trotoar Jalan Ambon dibongkar Satpol PP Pemerintah
SIM Keliling Bandung 15‑20 Juni: 2 Rute Bus dan Gerai Polrestabes
Bahan Makanan Terbuka Menarik Hama: Cara Simpan Aman
Mikroba Tahan Ribuan Tahun di Mumi Otzi: Penemuan Baru
SPMB Jabar 2026: Jadwal Registrasi Tahap 1 dan 2 Dijabarkan
Cuaca Bandung: Hujan Sedang, Suhu Sejuk, Perhatian Jalan
Berita Terbaru
16 Juni 2026 Libur 1 Muharam 1448 H, Tahun Baru Islam
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Beberapa Daerah Jawa Tengah
Jerman Unggul, Pantai Gading Siap Tantang Pada 21 Juni
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Pasca Piala Dunia 2026
JELI IPO 07 Juli 2026: Pasar Modal Rendah, IPO Langka
Blokade Selat Hormuz Berakhir, Trump dan Iran Tandatangani
Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
