Ganda Campuran Indonesia Ludes di Japan Open

Nita W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ganda Campuran Indonesia Ludes di Japan Open

Gambar atau konten salah?

Indonesia harus menerima kenyataan pahit di Japan Open 2026. Tak ada satu pun wakil ganda campuran yang tersisa setelah Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah langsung tersingkir di babak pertama.

Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Rabu, 15 Juli 2026, Amri/Nita kalah dari pasangan Prancis, Thom Gicquel dan Delphine Delrue, yang merupakan unggulan keenam. Skor akhir menunjukkan 18-21 dan 21-23. Dua gim langsung, tanpa perlawanan berarti di poin-poin penentu.

Pertandingan sebenarnya berjalan ketat. Amri/Nita bahkan sempat unggul beberapa kali. Tapi menjelang akhir, mereka kehilangan kendali. "Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri. Sebenarnya permainan berjalan imbang dan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya saja kami kalah dalam mengelola poin-poin akhir, baik dari sisi taktik maupun strategi," kata Amri dalam pernyataan resmi dari PBSI.

Nita punya pandangan serupa. Ia menyebut ketenangan menjadi faktor pembeda. "Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang di poin-poin akhir. Mereka juga banyak mengulur waktu, sering meminta jeda dan mengganti shuttlecock yang sebenarnya masih layak dipakai. Itu cukup mengganggu ritme permainan kami," ujar Nita.

Ia mengakui kekalahan ini terasa berat, tapi juga bernilai sebagai pelajaran. "Ini jadi pelajaran untuk kami agar lebih bisa menjaga emosi, lebih sabar, dan tetap fokus saat menghadapi situasi seperti ini," katanya.

Soal servis flick dari pasangan Prancis, Nita mengaku sudah mengantisipasinya. "Kalau flick service mereka, saya sudah antisipasi karena memang itu sering mereka lakukan di pertandingan-pertandingan sebelumnya," jelasnya.

Kepastian habisnya wakil ganda campuran ini sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal. PBSI semula mendaftarkan lima pasangan untuk turnamen Super 750 ini. Tapi hanya Amri/Nita yang benar-benar turun ke lapangan.

Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mundur karena Felisha cedera pergelangan kaki saat latihan. Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil juga batal tampil—tim pelatih menilai persiapan mereka belum maksimal. Dua pasangan lain, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, juga tidak jadi bermain. Alhasil, hanya tersisa Amri/Nita yang akhirnya harus angkat koper lebih awal.

Dari lima pasangan yang didaftarkan, hanya satu yang benar-benar bertanding. Dan hasilnya, langsung kandas di ronde pembuka. Ini menunjukkan betapa rapuhnya sektor ganda campuran Indonesia di ajang Japan Open tahun ini, baik dari sisi persiapan maupun eksekusi di lapangan.

Amri SyahnawiNita Violina MarwahJapan Open 2026ganda campurankekalahanPBSIpelajaran

Komentar

Memuat komentar...