Lamine Yamal Makan Nasi Saus Kacang Sebelum Final

Lia N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Lamine Yamal Makan Nasi Saus Kacang Sebelum Final

Gambar atau konten salah?

Tim nasional sepak bola Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak final Piala Dunia 2026. Kemenangan ini diraih setelah mereka mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di pertandingan semifinal yang berlangsung pada 15 Februari 2026. Dengan hasil tersebut, langkah Lamine Yamal dan rekan-rekannya semakin dekat untuk meraih gelar juara dunia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung tampil agresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun yang merupakan bintang klub La Liga Barcelona ini ternyata memiliki cerita menarik di luar lapangan hijau. Dalam sebuah wawancara, ia pernah mengungkapkan makanan favoritnya.

Lamine Yamal ternyata sangat menyukai makanan tradisional rumahan yang berasal dari tanah kelahiran ibunya, Guinea Ekuatorial. Makanan tersebut adalah nasi yang disajikan dengan saus kacang. Menariknya, hidangan ini juga menjadi semacam 'makanan ritual' yang selalu ia konsumsi sebelum bertanding.

"Ibu saya selalu memasaknya untuk saya sebelum saya bermain. Ini adalah hidangan yang memberi saya kekuatan," ujar penyerang timnas Spanyol tersebut.

Hidangan ini bukan sekadar tradisi keluarga. Dari segi gizi, nasi menyediakan energi yang tahan lama berkat kandungan karbohidrat kompleksnya. Sementara itu, saus yang berbahan dasar kacang menawarkan lemak sehat, protein nabati, serat, serta mineral penting seperti magnesium dan fosfor. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu perkembangan otot, mempercepat pemulihan setelah pertandingan, dan menjaga daya tahan Lamine Yamal di lapangan.

Para ahli gizi seperti Jaume Giménez dan May Morón juga sepakat bahwa hidangan ini sangat cocok untuk atlet dengan performa tinggi seperti Yamal.

Dalam budaya kuliner Guinea, hidangan ayam dengan saus kacang ini dikenal dengan beberapa nama. Dalam bahasa Prancis disebut Poulet aux Arachides, sementara dalam bahasa lokal dikenal sebagai Maafe atau Tiga Degae. Hidangan ini merupakan sajian nasional Guinea dan juga populer di negara-negara Afrika Barat lainnya. Makanan ini berupa potongan ayam yang dimasak dalam kuah kental yang gurih, berbumbu kacang dan tomat. Sajiannya mirip dengan semur kental yang sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.

Kisah Lamine Yamal ini menunjukkan bahwa di balik gemilangnya karier seorang atlet muda, ada dukungan sederhana dari keluarga dan tradisi yang membantunya tetap kuat. Makanan rumahan yang kaya nutrisi ternyata bisa menjadi salah satu faktor penunjang performa di level tertinggi sepak bola dunia.

SpanyolPiala Dunia 2026Lamine Yamalmakanan tradisionalsaus kacangnutrisi atlet

Komentar

Memuat komentar...