Gatal Kulit Tanda Peringatan Ginjal Rusak

Bima J. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gatal Kulit Tanda Peringatan Ginjal Rusak

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Penyakit ginjal seringkali berjalan diam-diam. Gejalanya tidak muncul di awal. Tapi, ada satu tanda yang bisa terlihat jelas saat kerusakan sudah parah: perubahan pada kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa kulit gatal dan sangat kering adalah salah satu gejala klinis. Kondisi ini paling sering ditemukan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) stadium lanjut. Masalah kulit ini bukan sekadar soal penampilan. Ini adalah sinyal bahaya dari tubuh.

1. Gatal Parah yang 'Menyiksa'

Rasa gatal yang ekstrem adalah tanda bahaya paling umum pada pasien ginjal. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut pruritus terkait Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis. Sensasinya bisa ringan, tapi bisa juga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

National Kidney Foundation melaporkan pengalaman seorang pasien bernama Jen. Ia menggambarkan rasa gatal ini seperti 'ditusuk jarum di dalam kulit'. Sentuhan sekecil apa pun bisa memicu rasa gatal. Menggaruknya justru membuat kondisi semakin buruk. Rasa gatal ini bahkan bisa menyebar ke seluruh tubuh tanpa peringatan.

2. Kulit Sangat Kering dan 'Bersisik'

Selain gatal, kulit yang sangat kering—secara medis disebut xerosis—juga menjadi penanda utama penyakit ginjal stadium lanjut. Menurut tinjauan klinis, kekeringan ini terjadi karena kelenjar keringat dan kelenjar minyak (sebaceous) menyusut seiring memburuknya fungsi ginjal. Akibatnya, pelindung alami kulit melemah. Pasien jadi rentan terhadap iritasi dan infeksi.

Pada pasien penyakit ginjal stadium akhir yang membutuhkan dialisis (cuci darah) atau transplantasi, kulit bisa menjadi sangat kering hingga membentuk pola kasar seperti sisik ikan. Sebuah studi terhadap 103 anak dengan penyakit ginjal kronis menunjukkan bahwa kulit kering dialami oleh sebagian besar partisipan. Kasus ini jauh lebih banyak ditemukan pada pasien yang menjalani cuci darah (67,6 persen) dibandingkan dengan mereka yang menjalani perawatan konservatif (42,1 persen).

3. Munculnya Bekas Garukan dan Risiko Infeksi

Rasa gatal yang tak tertahankan membuat pasien sering menggaruk kulit secara berulang. Ini bisa menimbulkan luka, bekas garukan, dan lesi kulit. Jika dibiarkan tanpa penanganan, garukan terus-menerus ini bisa menyebabkan:

  • Kulit pecah-pecah.
  • Peningkatan risiko infeksi bakteri.
  • Gangguan tidur yang parah.

Untuk mengatasi siklus gatal-garuk ini, tidak cukup hanya dengan menggunakan pelembap biasa. Dokter spesialis ginjal (nefrolog) sering kali harus berkolaborasi dengan dokter spesialis kulit (dermatolog). Mereka memberikan terapi khusus, seperti fototerapi UVB, krim obat, hingga perawatan gatal yang ditargetkan.

Mengapa Ginjal Rusak Bikin Kulit Gatal?

Hingga saat ini, para ahli masih meneliti mekanisme pasti di balik gatal-gatal terkait ginjal ini. Namun, National Kidney Foundation memaparkan beberapa faktor pemicu yang diduga saling berkaitan:

  1. Penumpukan racun: Ginjal yang rusak tidak mampu menyaring darah dengan optimal. Racun (uremia) menumpuk di dalam tubuh.
  2. Respons imun berlebih: Sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan dan memicu peradangan.
  3. Gangguan saraf: Terjadi gangguan sinyal saraf yang berhubungan dengan reseptor opioid pada kulit.
  4. Proses dialisis belum optimal: Sisa zat pemicu gatal masih tertinggal di dalam darah karena proses cuci darah yang kurang memadai.

Para pakar menekankan bahwa masalah kulit pada pasien ginjal adalah indikator klinis yang sangat penting. Kondisi kulit mencerminkan seberapa parah kerusakan organ ginjal. Sekaligus, ini menunjukkan seberapa efektif pengobatan yang tengah dijalani oleh pasien.

ginjalkulit gatalpenyakit ginjal kronisgejala kulitpruritusxerosisdialisis

Komentar

Memuat komentar...