Gebyar Vaksin Rabies 2026 Tembus 80% Anjing di Jembrana
Gambar atau konten salah?
Kasus gigitan anjing di Kabupaten Jembrana tetap menakutkan, dengan rata‑rata 500 kejadian tiap bulan. Untuk menanggapi situasi ini, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana memulai Gebyar Vaksinasi Rabies 2026.
Pelaksanaan pertama vaksinasi massal menargetkan dua wilayah sekaligus: Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Melaya. Pada 13 April 2026, Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyatakan, “Untuk gebyar vaksinasi rabies tahun 2026, hari ini sudah kami laksanakan di dua kecamatan, yaitu Mendoyo dan Melaya.”
Sugiarta menjelaskan kondisi rabies di daerahnya. Sejak Januari hingga 13 April 2026, sudah terdaftar 21 kasus gigitan anjing yang terkonfirmasi positif rabies. Kejadian tersebut tersebar merata di lima kecamatan di Jembrana.
Untuk membangun kekebalan kelompok, pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi minimal 80 persen dari total populasi anjing pada tahun ini. “Dalam penanganan, kami menargetkan cakupan vaksinasi massal minimal mencapai 80 persen dari total populasi anjing pada tahun ini,” ujar Sugiarta.
Pelaksanaan di lapangan dibagi menjadi beberapa tim. Di Kecamatan Mendoyo, proses dimulai di Desa Pohsanten dengan melibatkan tim swasta bernama A-Team. Sementara di Kecamatan Melaya, kegiatan dilaksanakan oleh tim reguler pemerintah yang menargetkan Desa Candikusuma dan Desa Moding.
Menurut data estimasi terbaru, populasi anjing di Jembrana pada 2026 diprediksi mencapai 40.400 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 41.625 ekor.
Berkenaan dengan ketersediaan logistik, warga tidak perlu khawatir. Sugiarta memastikan stok vaksin rabies saat ini masih mencukupi. “Saat ini stok di Kabupaten Jembrana mencapai sekitar 12.400 dosis. Kebutuhan vaksin telah ditangani oleh pemerintah provinsi sehingga dinilai mencukupi untuk pelaksanaan tahun ini,” kata Sugiarta.
Selain dukungan provinsi, Jembrana juga memperoleh sokongan tambahan dari anggaran daerah. “Dukungan operasional juga diperoleh dari APBD II yang menyediakan sekitar 5.000 dosis vaksin tambahan,” pungkas Sugiarta.
Program vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengendalikan rabies, sekaligus melindungi masyarakat dan hewan di wilayah tersebut.
Dengan target tinggi dan dukungan logistik yang memadai, harapan pemerintah adalah dapat menurunkan angka gigitan anjing dan mengurangi risiko penyebaran rabies di Jembrana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
