Gejala Awal Kanker Prostat: Tanda Penting dan Pencegahan

Hendra M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Gejala Awal Kanker Prostat: Tanda Penting dan Pencegahan

Gambar atau konten salah?

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel abnormal yang dimulai di organ prostat, bagian sistem reproduksi pria yang membantu menghasilkan cairan dalam air mani. Ketika didiagnosis pada stadium awal, peluang sembuh biasanya lebih tinggi. Artikel ini menguraikan gejala yang mungkin muncul, faktor risiko, dan langkah preventif yang dapat diambil.

Gejala kanker prostat seringkali tidak jelas pada tahap awal. Namun, beberapa tanda yang dapat muncul, menurut Better Health Channel, meliputi buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil, kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil, perasaan masih ingin buang air kecil setelah selesai, air kencing menetes, darah dalam urine, nyeri saat ejakulasi, nyeri di punggung bawah, paha atas, atau kaki, nyeri tulang, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Sebuah pernyataan dari seorang ahli onkologi radiasi di Ceko, Dr Jiri Kubes, menegaskan bahwa sering buang air kecil di malam hari dapat menjadi tanda yang berkaitan dengan kanker prostat. Ia menyatakan, “Bangun tidur untuk ke toilet di malam hari adalah hal yang sangat umum dan cenderung lebih sering terjadi seiring umur bertambah. Jadi itu bukanlah suatu yang harus terlalu diperhatikan,” lalu menambahkan, “Tapi, jika ada perubahan seperti lebih sering untuk mengosongkan kandung kemih, maka sebaiknya memeriksakan diri.”

Gejala yang disebutkan juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti perbesaran prostat jinak. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting untuk membedakan.

Faktor risiko kanker prostat meliputi usia, ras, riwayat keluarga, perubahan genetik, dan obesitas. Menurut Mayo Clinic, kanker prostat paling umum ditemukan pada pria di atas usia 50 tahun. Di Amerika Serikat, pria kulit hitam memiliki risiko lebih tinggi, meskipun penyebabnya belum jelas. Jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis kanker prostat, risiko meningkat. Perubahan genetik tertentu, termasuk pada DNA BRCA1 dan BRCA2, juga dapat meningkatkan risiko. Obesitas meningkatkan kemungkinan kanker prostat berkembang lebih cepat dan berulang setelah pengobatan.

Berikut dua langkah preventif yang dapat diambil:

1. Kontrol Asupan Makanan

Dr Adistra Imam Satjakoesoemah, spesialis urologi, menekankan pentingnya konsumsi makanan kaya vitamin A, D, dan E. Makanan tersebut dapat membantu mengurangi peradangan dan inflamasi. Ia juga menyarankan agar pria memperhatikan gaya hidup sehat, termasuk mengontrol asupan makanan dan minuman. Dr Adistra menambahkan, “Ada makanan-makanan yang sifatnya prokarsinogenik, overall sebenarnya bukan buat prostat doang. Red meat (daging merah) kemudian dietary food, susu dan produk turunannya. Itu ada chance, ada risiko. Sekali lagi ini bukan menyebabkan ya, tapi ada risiko,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Hindari Gaya Hidup Sedentary

Gaya hidup kurang aktif dapat menyebabkan perbesaran prostat jinak (BPH). Dr Adistra menegaskan, “Sedentary lifestyle, santai-santai, kaum rebahan itu ada chance yang signifikan (terkena BPH). Jauhi rebahan, hidup aktif. Sedentary lifestyle, rebahan ya ada risk buat jadi pembesaran prostat, dari penelitian ya risk-nya. Tapi nggak semuanya begitu sekali lagi ya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kaum-kaum mager baiknya itu (perbanyak gerak). Semuanya sih bisa risk-nya meningkat. Sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur, aktivitas fisik, tadi juga diabetes juga.”

Dengan mengikuti dua langkah sederhana ini, pria dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Meskipun tidak ada jaminan, pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin dapat membantu deteksi dini dan perawatan yang lebih efektif.

Secara keseluruhan, kanker prostat tetap menjadi masalah kesehatan penting bagi pria, terutama yang berusia di atas 50 tahun. Gejala yang muncul sering tidak spesifik, sehingga pemeriksaan medis sangat dianjurkan ketika ada perubahan fungsi urin atau nyeri yang tidak biasa. Faktor risiko seperti usia, ras, riwayat keluarga, dan obesitas menambah kompleksitas dalam pencegahan. Namun, dengan perhatian terhadap asupan makanan dan aktivitas fisik, serta pemeriksaan berkala, peluang untuk mengidentifikasi dan mengobati kanker prostat dapat meningkat.

kanker prostatgejalafaktor risikopemeriksaan rutinobesitasBRCA1diet sehat

Komentar

Memuat komentar...