Gek Nanda: Dari Hobi Perhiasan Jadi Bisnis Internasional Bali
Gambar atau konten salah?
Gek Nanda Putri Dana Asih berasal dari Bali dan sejak kecil gemar memakai perhiasan. Apa yang awalnya hanya hobi berubah menjadi usaha ketika ia menemukan bahwa perhiasan yang dibeli secara daring sering rusak dan tidak cocok untuk kulit sensitifnya.
Ia sering membeli perhiasan lewat e‑commerce, namun barang tersebut cepat hancur. Selain itu, kulitnya yang sensitif membuat perhiasan imitasi menyebabkan kemerahan. Ketika ia mencoba membeli emas, ia belum mampu secara finansial.
“Saya memang suka memakai perhiasan. Dulu sering beli di e-commerce, tapi biasanya cepat rusak. Selain itu kulit saya sensitif, jadi kalau memakai perhiasan imitasi gampang merah. Mau beli emas juga belum mampu,” ungkapnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Gek mulai merancang perhiasan sendiri menggunakan bahan yang lebih ramah kulit. Ia memilih material yang tetap menarik namun tidak menimbulkan iritasi.
Desainnya pertama kali diunggah ke media sosial. Tak disangka, banyak orang menunjukkan minat membeli. Dari situ, By Ash Jewelry perlahan berkembang menjadi usaha yang nyata.
Usaha ini dirintis pada tahun 2022 dan dikembangkan lebih serius oleh Nanda pada tahun 2023. Nama By Ash Jewelry merupakan gabungan nama Nanda, kakaknya Asih, dan Astiti, yang bersama-sama membangun bisnis tersebut.
Seluruh desain dipelajari secara otodidak. Nanda belajar melalui internet, termasuk Pinterest, sambil terus bereksperimen menemukan desain yang sesuai dengan karakter mereknya.
Untuk bahan baku utama, By Ash Jewelry menggunakan Mutiara Air Tawar yang dipasok dari Lombok. Pilihan ini diambil karena harganya lebih terjangkau dibanding Mutiara Air Laut, sehingga lebih sesuai dengan modal usaha yang masih berkembang.
“Kalau mutiara air laut harganya jauh lebih mahal. Karena modal kami masih terbatas, akhirnya memilih freshwater pearl yang kualitasnya tetap bagus tetapi lebih terjangkau,” katanya.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Saat masih kuliah, usaha sempat naik turun. Barulah setelah mengikuti program pemberdayaan UMKM SisBerdaya dari DANA Indonesia dan keluar sebagai pemenang, kepercayaan dirinya untuk serius menekuni bisnis semakin besar.
“Awalnya saya kurang percaya diri. Setelah ikut SisBerdaya, saya jadi yakin untuk benar-benar menjalankan bisnis ini,” ujarnya.
Hingga kini, By Ash Jewelry memproduksi sekitar 100 pcs per bulan, meliputi kalung, gelang, cincin, hingga anting berbahan Mutiara Air Tawar. Produk yang paling banyak diminati justru model dengan tingkat pengerjaan paling rumit.
“Yang paling sulit dibuat malah jadi best seller,” tertawa Nanda.
Tanpa toko fisik, By Ash Jewelry dipasarkan melalui toko online, bazar di Bali, dan Sunday Market di Sanur. Usaha ini juga membuka lapangan kerja, dengan sekitar empat orang yang terlibat: dua perajin yang bekerja dari rumah dan dua staf penjualan saat bazar.
Harga produk bervariasi, mulai dari sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung desain dan material yang digunakan. Produk ini tidak hanya diminati wisatawan dalam negeri, tetapi juga pelanggan luar negeri.
Mayoritas pembeli asing pertama kali membeli saat berlibur di Bali. Setelah kembali ke negara asal, mereka kembali memesan secara daring.
“Sejauh ini paling banyak dari Australia. Mereka beli saat liburan ke Bali, lalu setelah pulang pesan lagi,” pungkasnya.
Perjalanan Gek Nanda menunjukkan bagaimana hobi sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang menguntungkan, sekaligus membuka peluang kerja dan menjangkau pasar internasional, khususnya di Australia. Dengan pendekatan bahan yang terjangkau dan desain yang menarik, By Ash Jewelry terus tumbuh di industri perhiasan lokal dan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Daftar Program Pemagangan Jepang & Pelatihan Kaigo Dimulai
Pemerintah Kenakan Bea Antidumping Karton Dupleks 2026
Ekonomi Utara: Tifatul Fokus Karimun sebagai Pusat Pertumbuhan
Indonesia-UEA Fokus Investasi, Pangan, Infrastruktur
Prabowo Undang Menteri Investasi, Keuangan di Kertanegara
Kepala Bapanas: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Tidak Ada Kelangkaan
Berita Terbaru
