Gemblong Persahabatan Ludes 4.000 Per Hari, Usaha Keluarga Elah

Surya B. · 2 min baca · 5 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Gemblong Persahabatan Ludes 4.000 Per Hari, Usaha Keluarga Elah

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Di tengah hiruk-pikuk kuliner modern, jajanan tradisional Betawi bernama Gemblong Persahabatan justru mencuri perhatian. Camilan manis berbahan dasar ketan ini viral dan ramai diburu pembeli. Rasanya yang khas dan agak sulit ditemukan di tempat lain menjadi daya tarik utamanya.

Di balik keramaian itu, ada sosok bernama Elah. Ia adalah orang yang selama ini menjaga cita rasa gemblong buatannya. Usaha yang ia jalankan ternyata menyimpan cerita panjang dari keluarganya.

Nama Gemblong Persahabatan diambil dari nama jalan tempat ia berjualan. Lokasinya persis di Jalan Persahabatan Nomor 7, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Cerita di balik viralnya jajanan ini cukup menarik untuk disimak.

Usaha Keluarga yang Diteruskan

Elah mengaku sudah berjualan gemblong sejak ia menikah. Ia hanya meneruskan usaha yang sebelumnya sudah berjalan. "Kalau pertama kali jualan itu sebenarnya dari kita menikah, suami dulu sudah jualan gembong. Jadi kita tinggal meneruskan," ujarnya.

Usaha ini sudah berjalan sejak tahun 2010-an. Gemblong Persahabatan menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga Elah. Dari generasi sebelumnya, ia perlahan-lahan belajar. Kemampuannya berkembang hingga akhirnya bisa mengembangkan jualan sendiri.

Ribuan Gemblong Ludes Setiap Hari

Gemblong Persahabatan kini ramai didatangi pembeli. Apalagi setelah namanya viral di media sosial. Dalam sehari, Elah bisa menjual ribuan gemblong. "Bisa 3.000-4.000 seumur awal-awal ini," ungkap Elah saat menceritakan jumlah produksi hariannya.

Angka itu meningkat drastis setelah banyak orang penasaran dan ingin mencicipi gemblong buatannya. Awal mula viralnya terjadi secara sederhana. Seorang pembeli akhirnya berhasil mendapatkan gemblong setelah beberapa kali gagal membeli. Ia lalu mengunggah momen itu ke media sosial.

Harga Murah, Ukuran Besar

Satu buah gemblong buatan Elah dibanderol dengan harga yang ramah di kantong. Pembeli bisa menikmati jajanan tradisional ini hanya dengan Rp2.500 per buah. Ukurannya cukup besar untuk ukuran jajanan pasar.

Selain gemblong, Elah juga menjual berbagai jajanan lain. Ada donat gula, donat isi cokelat, donat isi kacang hijau, hingga pisang cokelat. Jajanan tradisional lain seperti onde-onde, combro, dan donat ketan juga melengkapi pilihan dagangannya. Semua dibuat untuk memenuhi selera pelanggan yang datang.

Pesan Maksimal H-1

Karena semakin ramai, pembeli perlu strategi agar tidak kehabisan gemblong. Elah menyarankan pelanggan datang lebih awal untuk mendapatkan stok. "Langsung datang aja, tapi gak bisa beli banyak. Kalau mau pesen beberapa hari sebelumnya. Misalkan hari ini datang, pesan untuk besok juga nggak apa-apa," jelasnya.

Biasanya gemblong lebih mudah didapat pada siang atau sore hari. Namun bagi yang ingin datang pagi, Elah menyarankan untuk datang lebih cepat. Stok pagi hari biasanya lebih cepat habis karena banyak pembeli yang sudah antre.

Kisah Gemblong Persahabatan menunjukkan bahwa jajanan tradisional masih punya tempat di hati masyarakat. Meski zaman sudah modern, cita rasa lama yang dijaga dengan baik tetap bisa menarik perhatian. Apalagi jika harganya masih terjangkau dan porsinya besar.

gemblongpersahabatanjagakarsabetawiketanviraltradisional

Komentar

Memuat komentar...