Gempa 6,2 Guncang Mindanao, Sulut Ikut Terasa

Ayu W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gempa 6,2 Guncang Mindanao, Sulut Ikut Terasa

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Selasa malam. Getarannya terasa kuat hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng bumi.

Pusat gempa berada di laut, tepatnya 198 kilometer arah barat laut dari Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Koordinat episenternya tercatat di 5.26 derajat Lintang Utara dan 125,18 derajat Bujur Timur. Gempa terjadi pukul 22.49 Waktu Indonesia Barat.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update M 6,2 pada kedalaman 35 km," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resminya. Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat getarannya terasa lebih kuat di permukaan.

Berdasarkan peta guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Skala IV MMI berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, di Kendahe (Kepulauan Sangihe) dan Miangas (Kepulauan Talaud), getaran terasa pada skala III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang lewat.

Hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa pergerakan batuan di patahan bersifat geser-naik atau oblique-thrust. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," jelas Wijayanto lebih lanjut.

Hingga pukul 23.10 WIB, BMKG mencatat satu kali gempa susulan atau aftershock. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada. "Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," imbau Wijayanto.

Gempa dangkal seperti ini umum terjadi di wilayah Indonesia timur yang merupakan pertemuan lempeng tektonik. Aktivitas subduksi, yaitu menunjamnya lempeng samudra ke bawah lempeng benua, menjadi penyebab utama guncangan. Meski getarannya terasa hingga ke pemukiman, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

gempa bumimindanaofilipinasulawesi utarabmkgsubduksitsunami

Komentar

Memuat komentar...