Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?

Ika P. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini media sosial ramai dengan cerita tentang kerusakan ginjal yang dipicu oleh rhabdomyolysis setelah olahraga berat. Sebuah kisah viral menceritakan seorang pelari yang harus menjalani cuci darah setelah pingsan saat mengikuti perlombaan.

Pertanyaan yang paling sering muncul dari pasien dan keluarga mereka: jika ginjal sudah rusak karena rhabdomyolysis, apakah masih bisa sembuh seperti semula?

Rhabdomyolysis adalah kondisi di mana jaringan otot mengalami kerusakan. Kerusakan ini menyebabkan komponen serat otot, seperti protein mioglobin dan elektrolit, bocor ke dalam aliran darah. Kondisi ini sangat berisiko karena bisa memicu gagal ginjal akut dan gangguan irama jantung.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa meskipun terdengar menakutkan, rhabdomyolysis yang menyerang ginjal sebenarnya bisa dipulihkan kembali jika ditangani dengan cepat dan tepat. Sifatnya reversible, artinya bisa kembali ke keadaan semula.

"Misalnya AKI (Acute Kidney Injury) grade 1 dan 2, itu pasti reversible (bisa disembuhkan) tanpa perlu dialisis. Tapi kalau sudah grade 3, di AKI itu, sudah harus dialisis," kata dr Tunggul saat dihubungi pada Sabtu, 20 Juni 2026.

"Makin cepat dia diambil tindakan sesuai dengan indikasi, maka tentu dia akan reversible," tambahnya.

dr Tunggul juga menjelaskan beberapa faktor yang bisa memicu seseorang mengalami rhabdomyolysis. Dua faktor utama yang disebutkan adalah soal pemanasan dan kekurangan cairan.

"Salah satu penyebabnya sebenarnya kalau pemanasannya itu tidak gradual ya. Atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap gitu. Bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual misalnya," kata dr Tunggul.

Dia juga menyinggung soal dehidrasi. "Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi acute kidney injury kan. Jadi gangguan gagal ginjal akut, jadi bisa memperberat, bisa mencetuskan," jelasnya.

Kondisi cuaca yang panas juga bisa memperparah 'ginjal kolaps' ini. Cuaca panas membuat seseorang lebih rentan terkena heatstroke. Risiko ini akan meningkat jika seseorang memaksakan tubuhnya atau push the limit tanpa mempertimbangkan risikonya.

Kerusakan sel-sel otot akibat aktivitas fisik yang ekstrem juga bisa dialami oleh pelari maraton. Terutama ketika mereka memaksakan tubuh melebihi batas kemampuannya. Dokter mengingatkan bahwa risiko rhabdomyolysis ini dampaknya nyata: ginjal bisa kolaps.

Intinya, rhabdomyolysis bukanlah kondisi yang otomatis membuat ginjal rusak permanen. Kuncinya ada pada kecepatan penanganan. Semakin cepat seseorang mendapat pertolongan yang tepat, semakin besar kemungkinan ginjalnya pulih kembali. Tapi pencegahan tetap lebih baik daripada mengobati. Pemanasan yang bertahap, mencukupi kebutuhan cairan, dan tidak memaksakan diri saat cuaca panas adalah langkah-langkah sederhana yang bisa menyelamatkan ginjal.

rhabdomyolysisginjalcuci darahgagal ginjalpemanasandehidrasiolahraga berat

Komentar

Memuat komentar...