Golden Dome: Proyek Pertahanan Luar Angkasa AS Siap Prototipe

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Golden Dome: Proyek Pertahanan Luar Angkasa AS Siap Prototipe

Gambar atau konten salah?

Proyek pertahanan luar angkasa yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menunjukkan langkah konkret. Pentagon dikabarkan telah menunjuk dua perusahaan teknologi untuk membuat prototipe inti sistem “Golden Dome”. Sistem ini, yang berbasis satelit, diklaim dapat mendeteksi dan menghancurkan rudal sejak tahap peluncuran awal.

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim, perusahaan yang dipilih adalah Impulse Space dan Anduril Industries. Keduanya akan mengembangkan teknologi pelacakan dan penargetan rudal berbasis luar angkasa yang menjadi tulang punggung proyek tersebut.

“Golden Dome” merupakan bagian dari program “Perisai Langit” Amerika Serikat. Program ini bertujuan membangun jaringan satelit canggih yang dapat mendeteksi, melacak, dan bahkan mencegat rudal serta drone musuh sebelum mencapai wilayah AS. Konsep ini tidak baru; sejak era Ronald Reagan, Amerika Serikat pernah menggagas proyek serupa lewat Strategic Defense Initiative yang dikenal sebagai “Star Wars”. Namun, teknologi tersebut belum pernah terealisasi secara operasional.

Impulse Space akan berperan sebagai subkontraktor Anduril. Perusahaan ini dipimpin oleh Tom Mueller, yang dikenal sebagai salah satu karyawan pertama di SpaceX milik Elon Musk. Anduril sendiri dikenal sebagai perusahaan teknologi pertahanan yang agresif mengembangkan sistem berbasis AI untuk militer, termasuk drone dan sistem pengawasan canggih.

Selain Impulse Space dan Anduril, sejumlah raksasa industri seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan True Anomaly juga dilaporkan ikut terlibat dalam tahap awal pengembangan teknologi Golden Dome.

Inti dari Golden Dome adalah interceptor berbasis luar angkasa—sistem yang dapat menghancurkan rudal saat masih dalam fase peluncuran. Namun, teknologi ini masih berada dalam tahap konseptual dan belum pernah berhasil diterapkan secara operasional. Bahkan, pada 01 Juni 2025, United States Space Force baru mengeluarkan permintaan informasi untuk menjajaki kemampuan teknologi tersebut dari industri.

Banyak pakar menilai sistem ini sangat kompleks dan menghadapi tantangan besar, mulai dari akurasi pelacakan hingga kecepatan respons di luar angkasa. Selain tantangan teknis, Golden Dome juga menuai kritik tajam karena potensi biaya yang sangat besar. Studi memperkirakan proyek ini bisa menelan dana hingga US$3,6 triliun hingga 01 Januari 2045.

Lembaga pemikir Brookings Institution bahkan menyebut program ini sebagai langkah yang berisiko memicu perlombaan senjata baru di luar angkasa. China dan Rusia diperkirakan akan mengembangkan sistem serupa jika proyek ini benar-benar terealisasi. Alih-alih meningkatkan keamanan, Golden Dome justru dikhawatirkan membuat situasi global semakin tidak stabil.

Timeline resmi masih dirahasiakan, namun laporan sebelumnya menyebut uji coba besar pertama Golden Dome kemungkinan dilakukan menjelang pemilu presiden AS 01 Januari 2028. Dengan dimulainya pengembangan prototipe oleh Impulse Space dan Anduril, proyek ini kini memasuki fase yang lebih konkret.

Namun, apakah Golden Dome benar-benar bisa menjadi “perisai langit” Amerika Serikat—atau hanya sekadar ambisi mahal yang sulit diwujudkan—masih menjadi tanda tanya besar.

Proyek ini menyoroti ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pertahanan luar angkasa, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang biaya, kompleksitas teknis, dan dampak geopolitik. Keberhasilan atau kegagalan Golden Dome akan memengaruhi arah kebijakan pertahanan global dan hubungan antara negara besar di luar angkasa.

Golden Domepertahanan luar angkasaImpulse SpaceAnduril IndustriesPerisai LangitStrategic Defense InitiativeBrookings Institution

Komentar

Memuat komentar...