Got Sukabumi Berisi Sampah Medis Ilegal: Banjir Terancam
Gambar atau konten salah?
Sukabumi – Sebuah saluran air yang biasanya menjadi jalur pejalan kaki di kawasan Pudunan Asem, Kelurahan Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi tiba-tiba berubah menjadi tempat yang menakutkan. Saluran air got tersebut terbuka dan diisi oleh gunungan sampah medis ilegal berukuran besar.
Aksi oknum yang membuang limbah berbahaya ini menjadi viral setelah diambil rekaman oleh warga dan diunggah ke akun media sosial @mypalabuhanratu. Netizen geram karena tindakan ini dapat menimbulkan banjir dan bahaya kesehatan bagi warga setempat.
“Gotna anu geuring, sugan menika kudu dibere cangkang obat sagala (Gotnya yang sakit, sampai harus dikasih kulit obat segala),” tulis akun tersebut dengan nada menyindir pelaku.
Pada Senin, 1 Juni 2026, kondisi got tersebut benar-benar memprihatinkan. Pembuangan limbah ini terbilang sangat nekat karena lokasinya berada tepat di seberang Klinik Utama Apotek dan hanya berjarak beberapa meter dari plang Klinik Utama Bunda yang menjulang di tepi jalan.
Lubang got di trotoar berkeramik corak diagonal tampak menganga tanpa penutup yang utuh. Sisa bongkahan beton penutup hancur, besi-besi tulangan coran mencuat berkarat di atas lubang. Saat melongok ke dalam rongga got yang gelap, pemandangan di dalamnya dipenuhi warna‑warna kontras dari ribuan sampah logistik medis.
Berbagai barang terakumulasi di dalam got: ratusan kotak kardus farmasi, lembaran sisa pembungkus obat, wadah plastik steril, hingga sterofoam putih bekas makanan. Semua menumpuk padat, menyumbat jalur air. Kondisi kemasan kertas dan kardus masih bersih, kering, dan belum hancur terendam air. Hal ini menunjukkan bahwa limbah medis berbahaya ini sengaja dibuang ke dalam got dalam waktu yang belum lama.
Seorang warga bernama Beni, yang sedang berjalan kaki melintas di trotoar tersebut, mengaku tak habis pikir dengan kelakuan oknum pembuang limbah medis ini. Menurutnya, tumpukan obat tersebut baru saja dibuang.
“Saya kebetulan lagi melintas di jalan ini dan kaget waktu lihat ke dalam got terbuka. Tumpukan sampah medisnya kelihatan masih sangat baru dibuang. Kardus-kardus pembungkus obatnya saja masih utuh, bersih, dan tulisannya masih jelas sekali, belum hancur atau basah terendam air got,” cetus Beni dengan nada kesal di lokasi, Senin, 1 Juni 2026.
Beni juga mendesak agar temuan ini segera diusut, mengingat dampak bahaya lingkungan dan kesehatan yang mengintai warga Palabuhanratu jika saluran air tersebut tersumbat total.
“Sangat disayangkan sekali ada yang tega membuang limbah obat‑obatan sampai menumpuk begini. Padahal posisinya kan di got pinggir jalan raya dan tepat di sekitar sini ada klinik kesehatan. Got terbuka seperti ini kalau menyumbat bisa bikin banjir, belum lagi bahaya kimianya kalau sampai mencemari lingkungan,” tegasnya.
Hingga saat ini, gunungan limbah medis di dalam got tersebut masih dibiarkan berjejal di dalam got dan belum dievakuasi oleh pihak berwenang. Warga mendesak dinas terkait segera turun tangan sebelum hujan turun dan membawa petaka banjir di kawasan tersebut.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya pengelolaan limbah medis yang tepat. Jika tidak, sampah berbahaya dapat menimbulkan risiko kesehatan, pencemaran lingkungan, dan potensi banjir di daerah yang sudah rawan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan tata kelola limbah, terutama di wilayah yang dekat dengan fasilitas kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu