Guardrail 212m Dipasang Buleleng, Meningkatkan Keselamatan
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Buleleng, Dinas Perhubungan (Dishub) baru saja menanam pagar pengaman, atau guardrail, di jalur yang sering terjadi kecelakaan antara Kaliasem dan Tigawasa. Pemasangan dilakukan sepanjang 212 meter, dengan dana yang disalurkan oleh Kementerian Perhubungan.
Gede Gunawan Adnyana Putra, kepala Dishub Buleleng, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan Bantuan Teknis (Bantek) dari pemerintah pusat yang dikelola lewat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). “Pemasangan sudah dilaksanakan di tiga lokasi jalur Kaliasem‑Tigawasa sepanjang 212 meter. Itu dari Bantek Kementerian Perhubungan sekitar Rp 658 juta lebih,” ujarnya pada Kamis, 23 April 2026.
Gunawan menegaskan bahwa guardrail ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan di jalur dengan risiko tinggi. “Dengan adanya guardrail ini, mudah‑mudah bisa menyelamatkan jika terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan kendaraan out of control di jalur tersebut,” tambahnya.
Jalur Kaliasem‑Tigawasa diprioritaskan karena sering terjadi kecelakaan out of control. Lokasi yang akan dipasang guardrail dipilih setelah koordinasi dengan Satlantas dan analisis data kecelakaan. “Dari hasil koordinasi, jalur ini paling banyak terjadi kecelakaan out of control, sehingga menjadi prioritas penanganan,” jelasnya.
Menurut data, total kebutuhan pemasangan guardrail di kawasan tersebut mencapai lebih dari 600 meter. Saat ini, hanya 212 meter yang telah terpasang. Sisanya akan diajukan kembali pada tahun 2027 setelah mendapat persetujuan dari kementerian. “Kami sudah dapat green light dari Kementerian Perhubungan, tinggal pengusulan ulang,” kata Gunawan.
Selain Kaliasem‑Tigawasa, Dishub Buleleng juga berencana memasang guardrail di daerah rawan lainnya seperti Munduk dan Pedawa. “Beberapa daerah lain yang cukup rawan seperti di Munduk dan Pedawa juga akan kita usulkan untuk mendapat bantuan serupa,” tambahnya.
Gunawan menegaskan keterbatasan anggaran daerah sebagai alasan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. “Secara keselamatan lalu lintas memang sangat diperlukan, tapi karena keterbatasan anggaran daerah, kami mohonkan ke pusat. Syukur, pemerintah pusat mengapresiasi,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pihak Dishub berharap perlindungan tambahan dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalur rawan. Proyek ini menandai komitmen daerah untuk menambah infrastruktur keselamatan, meski masih bergantung pada dukungan pusat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
