Gubernur Jatim Serahkan 4.920 SMK ke Luar Negeri untuk Magang
Gambar atau konten salah?
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menandatangani surat penyerahan ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan magang dan bekerja di luar negeri. Pada acara di SMK Sore Tulungagung, beliau mengumumkan bahwa 4.920 orang SMK akan dipindahkan ke negara lain.
Rinciannya, 3.186 peserta mengikuti program magang kerja sementara 1.734 lainnya akan menjadi pekerja migran. Program ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan kerja siswa SMK di berbagai negara.
“SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur ini menjadi bagian penting untuk membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara. Ada Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab hingga Turki,” kata Khofifah pada 14 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa peserta akan ditempatkan di sektor-sektor seperti manufaktur, perhotelan, pertanian, pengelasan, dan teknologi. “Khusus untuk peserta dari lulusan SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan sebanyak 1.790, dengan rincian Tulungagung 1.628 orang, Trenggalek 141 orang dan Pacitan 21 orang. Sementara jumlah total peserta magang dan kerja di Jatim mencapai 4.920 orang,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aris Agung Paewai.
Khofifah menekankan bahwa kualitas dan kemampuan menjadi syarat mutlak bagi tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. “SMK negeri dan swasta di Jawa Timur telah memiliki peran signifikan dalam membangun konektivitas dunia kerja internasional bagi para siswa,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan bahasa asing. “Yang ke Turki harus fasih bahasa Inggris, yang ke Korea Selatan harus menguasai bahasa Korea, yang ke Jepang bahasa Jepang. Begitu juga yang ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab harus fasih bahasa Arab,” jelasnya.
Rencana keberangkatan dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Sebelum berangkat, siswa SMK akan mengikuti pelatihan bahasa asing melalui lembaga pelatihan kerja (LPK). “Mereka dibekali kemampuan bahasa sesuai negara tujuan agar benar-benar siap bekerja,” ujarnya.
Aris menegaskan bahwa Tulungagung menjadi peserta terbanyak tahun ini. “Tulungagung menjadi peserta terbanyak tahun ini. Mereka ini berasal dari SMK negeri dan swasta,” jelasnya.
Menurutnya, Jepang adalah negara tujuan yang paling banyak diminati. Para peserta nantinya akan bekerja di sektor industri, teknologi hingga pekerjaan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). “Anak-anak kita ternyata tidak kalah kompetitif dengan tenaga kerja luar negeri lainnya. Mereka juga sudah memahami teknologi AI,” ujarnya.
Program ini menunjukkan upaya pemerintah Jawa Timur untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan SMK di pasar tenaga kerja global, sekaligus menegaskan pentingnya persiapan bahasa dan teknis sebelum meninggalkan negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun