Gudang Rongsok Yanto di Semarang Terbakar Habis, Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
Semarang – Sebuah gudang rongsok milik warga bernama Yanto (42) di Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, terbakar habis. Gudang itu terletak di tengah permukiman, tepatnya di pertigaan jalan kecil Jalan Kaliwonan Baru IV masuk wilayah RT 9/RW 7.
Petugas pemadam kebakaran mulai turun pada pukul 20.40 WIB. Mereka berjuang mendinginkan gudang berukuran sekitar 7x8 meter persegi. Dua armada mobil Damkar Kota Semarang dikirim ke lokasi, ditambah satu unit mobil yang membawa air dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Setelah proses pendinginan, hanya tersisa bangunan yang hangus serta atap yang masih menyala. Gudang berada di samping kiri rumah warga, namun rumah tersebut tidak terdampak kebakaran.
Di lokasi, Yanto menjelaskan bahwa ia mengetahui api sudah menakar gudangnya karena ia berada di rumah yang tidak jauh. Ia mengatakan, “Kejadian kurang paham. Tahunya api sudah besar. Ini tempat saya sendiri,” dan menambahkan, “Langsung ke sini (usai mengetahui gudangnya terbakar). Alhamdulillah ada pemadam.”
Yanto juga menyebut gudangnya menyimpan barang rongsokan. Ia belum dapat menaksir kerugian atau penyebab kebakaran. Ia berkata, “Iya tempat rongsok. Kurang tahu saya kalau kerugiannya.”
Warga sekitar, Nugroho (38), mengingatkan bahwa ia mengetahui kebakaran saat banyak warga berteriak. Ia berkata, “Tetangga depan pada teriak.” Nugroho menambahkan, “Warga langsung berkumpul di lokasi dan turut membantu proses pemadaman. Dia menyebut, hanya gudang tersebut yang terbakar.”
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengonfirmasi kebakaran gudang tersebut. Ia menulis, “Iya betul. Gudang rongsok (yang terbakar).” Aliet juga menyebut bahwa terjadi kerugian material, namun belum dapat menentukan jumlahnya atau penyebabnya. Ia menutup pesan dengan, “Kerugian materil, belum bisa ditafsir (jumlah kerugiannya). Alhamdulillah belum ada (dampak lain kebakaran tersebut).”
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan warga dan petugas di wilayah permukiman. Meskipun gudang sudah terbakar habis, tidak ada korban jiwa dan rumah tetangga tetap aman. Kegiatan pemadaman berlangsung efektif, meminimalisir kerusakan lebih lanjut. Situasi ini menjadi contoh bagaimana koordinasi antara warga, petugas, dan dinas terkait dapat menanggulangi kebakaran di lingkungan padat penduduk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
