Gunung Tugel: Dari 'kampung mati' Jadi Pusat Peternakan
Gambar atau konten salah?
Di kawasan Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, sering disebut “kampung mati”. Namun, di balik kesan sepi itu, terdapat tiga kandang closed house yang menampung puluhan ribu ekor ayam.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Waluyo Handoko, menjelaskan bahwa lahan tersebut kini dipakai secara lebih maksimal. “Saat ini sebagian lahan dipakai untuk kegiatan laboratorium pertanian. Tapi yang paling besar dimanfaatkan untuk kandang ayam sistem close house,” ujarnya.
Di area tersebut sudah berdiri tiga unit kandang ayam modern dengan kapasitas sekitar 80 ribu ekor. “Sekarang sudah ada tiga kandang closed house dengan kapasitas sekitar 80 ribu ekor,” jelasnya.
Menurut Waluyo, pemanfaatan lahan di Gunung Tugel mulai dioptimalkan kembali sejak 2018. Pada saat itu, Unsoed mendorong pengembangan unit usaha kampus melalui Badan Pengembangan Usaha (BPU). “Memang sempat kosong dan kurang terkelola. Sekitar tahun 2018 kami mulai optimalkan kembali saat saya masih di BPU,” ujarnya.
Selain peternakan ayam, kawasan tersebut juga pernah dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas perkebunan. “Kami juga menanam kopi dari bibit unggul PTPN dan kelapa genjah,” kata dia. Waluyo mengakui bahwa tampilan depan kawasan tampak tidak terurus, namun aktivitas sebenarnya berada di bagian dalam area.
Selain kegiatan usaha, lahan tersebut digunakan sebagai lokasi praktikum bagi mahasiswa, khususnya dari Fakultas Pertanian Unsoed. Rencananya, Gunung Tugel akan dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan pihak swasta. “Di bagian depan rencananya akan dibangun kerja sama antara BPU dengan salah satu perusahaan untuk perakitan mesin,” ujarnya.
Waluyo berharap stigma “kampung mati” dapat berubah. “Bukan kampung mati lagi, tapi kampung yang hidup kembali. Ada bisnis kandang ayam, laboratorium pertanian, dan kerja sama dengan swasta,” pungkasnya.
Dengan berbagai aktivitas yang berlangsung, Gunung Tugel mulai menunjukkan potensi ekonomi yang belum terjamah, mengubah citra sepi menjadi tempat yang produktif dan berpotensi kolaborasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
